15 Polisi di Sorong Dikenai Hukuman Disiplin

Manokwari,Reportasepapua.Com – Polda Papua Barat merilis perkembangan kasus meninggal salah salah satu tersangka Curas Serta Pemerkosaan atas nama GKR di ruangan tahanan Polres Sorong Kota .GKR ini meninggal akibat dianiaya oleh tahanan HA pada 27 Agustus 2020 yang lalu.

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing melalui Kabid Humas,AKBP Adam Erwindi menerangkan, setelah kejadian Kapolda Papua Barat langsung turunkan tim investigasi yang di pimpin oleh Dir Krimum dan Kabid Propam yang lalu investigasi kematian GKR ini.

“Dari hasil pemeriksaan selama seminggu di Polres Sorong Koya di peroleh informasi. Setelah memeriksa 31 orang diperoleh keterangan dan dibagi 3 masalah,” kata Adam Rabu (7/10/2020).

Dia menjelaskan, kasus penganiyaan dilakukan oleh HA merupakan kasus curanmor tahanan Jaksa terhadap GKR menyebabkan meninggal dunia. “Tersangka HA sudah mengakui perbuatannya dan telah diperiksa beberapa saksi dan Barang bukti CCTV terdapat persususuinya. Kemudian berkas juga , dan sudah lengkap sudah dilimpahkan ke kejaksaan (tahap 1),” jelasnya.

Namun oleh Jaksa, di P19 karena ada petujuk untuk di lengkapi dari hasil puslabfor Makasar tentang hasil rekaman CCTV di ruangan Sel Tahanan Polres Sorong Kota. “Dan jaksa meminta di masukan pasal 338 KUHP pasal 351,” katanya.

Terkait itu, Rabu 9 September 2020 di laksanakan sidang disiplin 5 personil Sat Tahti Polres Sorong Kota sudah di tindak dan sidang disiplin oleh Bid Propam Polda Papua Barat. “Kelima anggota itu dikenakan pelanggaran di siplin tidak melaksanakan tugas sesuai prosedur penempatan khusus di rutan Polda Papua Barat. Saksi itu berupa tunda pendidikan, teguran pendidikan,” ungkapnya.

Sementara itu,10 personil Sat Reskrikm Polres Sorong Kota sudah di sidang di siplin Terkait tanggung jawab dan prosedur dalam melaksanaan tugas, karena GKR saat meninggal masih dalam penanganan dan tanggung jawab tim Sat Reskrim Polres sorong kota. Penempatan di Rutan Polda Papua Barat.

“Hasil sidang disiplin mendapat hukuman penempatan khusus di rutan Polda Papua Barat, tunda pendidikan dan teguran tertulis. “Bila ada perkembangan baru nanti akan di sampaikan ke rekan- rekan media,”pungkasnya.(Dhy)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,718FansSuka
2,738PengikutMengikuti
17,400PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles