JAYAPURA,REPORTASEPAPUA.COM – Dinas Kesehatan Provinsi Papua baru-baru ini menyatakan, sebanyak 17 kabupaten di Provinsi Papua terancam akan mengalami kejadian luar biasa (KLB), penyakit ini akibat rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap di daerah itu, termasuk di Kabupaten Puncak.

Bupati Puncak, Willem Wandik mengaku jika pihaknya akan memperluas cakupan layanan imunisasi terhadap anak dibawah lima tahun (Balita) di daerahnya, hingga di seluruh pelosok kampung.

“Kami akan lakukan jemput bola dalam imunisasi terhadap anak-anak di seluruh kampung,” kata Bupati Wandik di Hotel Aston Jayapura, akhir pekan kemarin.

Bahkan, Bupati Wandik akan mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak untuk gencar dan meningkatkan layanan imunisasi terhadap anak itu, sehingga cakupan imunisasinya lebih meningkat lagi.

Selain itu, lanjut Bupati Wandik, pihaknya juga akan mendorong Posyandu yang ada di kampung-kampung lebih aktif lagi melakukan imunisasi secara rutin.

“Jadi, kami akan tingkatkan layanan Posyandu ini. Bahkan, ada beberapa tempat sudah dibangun, sehingga lebih difokuskan di kampung-kampung terjauh, karena di kota sudah berjalan,” jelasnya.

Namun diakui, jika kondisi daerah Puncak memang agak sulit, namun demikian pihaknya tidak surut menghadapi kendala itu, sehingga petugas kesehatan dapat menjangkaunya.

“Jadi, kami akan lakukan jemput bola. Apalagi, semua pustu sudah dibentuk. Termasuk petugas kesehatan akan jalan kaki dari kampung ke kampung untuk melakukan imunisasi,” pungkasnya.(tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here