2 Hari Razia, Polsek Abe Amankan 45 Motor Hasil Curian

0
Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas bersama kapolsek abepura AKP dion saat menunjukan 45 unit motor yang diduga sebagai motor hasil curian dihalaman Mapolsek Abepura.(foto :vando/reportasepapua.com)

JAYAPURA, reportasepapua.com– Polsek Abepura berhasil mengamankan 45 unit motor yang diduga sebagai motor hasil curian saat menggelar razia dalam rangka cipta kondisi jelang Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas mengungkapkan sasaran dalam razia yang digelar tersebut untuk menekan angka kriminalitas jelang Pileg dan Pilpres mendatang dengan sasaran razia yakni Curanmor, Narkotika, Senjata Tajam, Miras illegal serta kejahatan lainnya.

“Ini merupakan upaya kami dalam menekan angka kejahatan terutama terkait dengan kasus curanmor yang tinggi di kota jayapura, selain itu juga menjaga situasi kambitmas diwilayah hukum Polres Jayapura Kota tetap kondusif,” terang Gustav, Senin (17/9) pagi.

Kata Gustav, motor yang telah diamankan kini telah terindifikasi sebagai motor hasil curian dan telah diketahui pemiliknya setelah Penyidik unit reskrim Polsek Abepura berkoordinasi dengan pihak samsat.

“Dari motor yang diamankan baru tiga yang memiliki laporan polisi terkait kehilangan, sementara sisanya belum ada laporan, kemungkinan masyarakat ada yang tidak melaporkan atas kehilangan motornya, namun kami sudah kantongi pemilik dari motor-motor yang kami amankan saat ini,” terangnya.

Lanjut Gustav dalam razia yang digelar selama dua hari, selain mengamankan 45 unit motor yang diduga hasil curian, pihaknya pun berhasil mengamankan enam orang pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penadaan hasil curian, undang-undang darurat lantaran membawah senjata tajam serta kasus penganiayaan terhadap anggota yang menggelar razia beberapa waktu lalu.

“Ada tiga orang yang kami sangkakan pasal 480 tentang penadaan hasil kejahatan dengan ancaman 5 tahun penjara yakni JW, DK, dan IW. sementara dua orang yakni RN dan DM disangkakan undang-undang darurat terkait kepemilikan senjata tajam dengan ancaman 10 tahun penjara, sedangkan untuk pelaku RW kami jerat dengan pasal 351 tentang penganiayaan dengan hukuman 10 tahun penjara,” tegasnya.

Gustav menghimbau kepada warga masyarakat yang ada di Kota Jayapura dan sekitarnya apabaila merasa kehilangan otor dapat langsung datang ke Mapolres JAyapura Kota atau Polsek Abepura untuk mengecek langsung serta membawa surat-surat kepemilikan.

“Kalau dari 45 motor ada yang merasa memiliki silahkan datang membawa surat-surat kelau ada maka kami langsung mengembalikan tanpa memungut biaya apapun,” tutupnya.(vando)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here