WONDAMA, Reportase Papua.com – 16 Juni 2020 lalu tercatat pemda teluk Wondama telah memulangkan 3 mantan Pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), itu merupakan klaster Gowa, yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan medis di RSUD Manggurai.

Terhitung sejak itu , Kabupaten Teluk Wondama tidak lagi mengisi kolom grafik positif dalam presentase perkembangan kasus Covid-19 Pemda Wondama. Sejak 25 Juni, kabupaten Teluk Wondama berangsur geser ke Zona merah ke zona hijau Covid-19, terhitung pada 2 Juli 2020. Akan tetapi setelah hampir satu kali dua puluh empat jam kabupaten Teluk Wondama berada pada Zona hijau. per tanggal 3 Juli 2020 kabupaten Teluk Wondama kembali kepada Zona Merah dimana telah terdeteksi lagi dua pasien positif Covid-19 di RSUD Manggurai.

Terkait zona yang berubah cepat dari hijau ke merah, ketua Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19, Pemda Wondama Bernadus A Imburi yang juga Bupati teluk Wondama, bersama wakil ketua gugus tugas AKBP Yohanes Agustiandaru yang juga Kapolres Wondama dan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 dr. Yoce Kurniawan yang juga kepala RSUD manggurai berikan keterangan pers di pendopo Manggurai, Jumat, (3/7).

“Hal ini agar public dan seluruh masyarakat Wondma ketahui dan pahami secara bijak, kita kembali ke zona merah lagi setelah beberapa waktu kita ada di dalam zona hijau,” ujar Imburi.

Kata Imburi dia bersama timnya patut menyampaikan kepada media melalui rekan-rekan media cetak maupun elektronik agar masyarakat ketahui dan tidak menimbulkan isu simpangsiur di lingkungan masyarakat Wondama terkait status dan kondisi Covid-19 di Wondama.

“Melalui ini, untuk diketahui agar tidak menimbulkan informasi simpang siur karena itu kami bersama wakil ketua gugus tugas yaitu Kapolres dan Juru Bicara Covid-19 menyampaikan informasi yang benar telah terdapat 2 pasien Positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan sesui prosedur oleh petugas medis Covid-19,” terang Imburi.

Oleh sebab itu Imburi berharap seluruh masyarakat Wondama tetap waspada dan patuhi protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19.

“Wondama ada dalam zona hijau waktu kemarin saja namun hanya hitungan jam saja kita kembali ke zona merah lagi, masyarakat Wondama kita harus waspada patuhi semua protokol kesehatan,”tutur Imburi.

Atas kejadian itu, kata dia tim gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 pemkab Wondama akan tinjau kembali edaran mengenai kelonggaran beribadah dan transportasi darat dan laut, serta waktu berdagang bagi pedagang kecil dan menengah di Wondama.

“Edaran yang sudah dikeluarkan akan kita tinjau kembali, mengenai kelonggaran beribadah dan jam aktivitas normal bagi pedagang kecil menengah dan pasar. maka dengan adanya postif ini, kita perlu tingkatkan kewaspadaan.

Sementara itu dr. Yoce Kurniawan , Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 menjelaskan awalnya pasien positif datang ke RSUD dengan tujuan berobat tumor jinak dan akan di lakukan operasi tehadap tumornya. Karena, di RSUD Manggurai sudah ada program tetap (Protap) siapa saja yang datang tujuan berobat ke RSUD wajib menjalani pemeriksaan Covid-19 yaitu Rapid test.

Pasien tanpa diduga itu datang bersama istrinya yang sedang hamil 7 bulan. Tenaga medis melakukan rapis test terhadap suami istri itu dan terbukti Rapid test reaktif keduanya. Setelah di katahui reaktif, pasien itu bersama istrinya menjalani pemeriksaan Covid-19 melalui Tes Cepat Molekuler TCM, dimana TCM merupakan alat deteksi akurat Covid-19 setara dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) pada umumnya.

“Awalnya pasien datang untuk memeriksakan tumor jinak di pahanya setelah pemeriksaan akan di lakukan operasi, namun kami wajibakn siapa saja yang datang ke rumah sakit berobat wajib menjalan Rapid test setelah kita lakukan rapid ternyata suami dan istri ini reaktif, instrinya sedang hamil 7 bulan, kemudian kita lakukan pemeriksaan TCM disitulah kita ketahui hasilnya positif Covid-19”terang Yoce.

Yoce katakan, seteleh di ketahui positif kedua suami istri itu, langsung di rawat di ruang isolasi Covid-19 RSUD Manggurai. Sementara mertua dan 2 anak dari suami istri itu sudah dilakukan rapid test oleh petugas medis dan terbukti tidak reaktif.

“Sejak 2 Juli kita langsung istrahatkan mereka di ruang isolasi, kita sudah punya alat selevel dengan PCR yaitu TCM, kita ambil swabnya dari pagi dan ternyata hasilnya positif, kita sudah lakukan pemeriksaan kepada 4 orang kontak erat 2 anak dan 1 mertua serumah dengan 2 pasien dan tidak reaktif,”ujar Yoce.

Kata Yoce, pasien positif Covid-19 seorang ibu yang saat ini sedang hamil 7 bulan kecil kemungkinan akan menularkan kepada anak di dalam kandunganya kalau sejak lahir pisahkan dari ibunya sebeb kata dokter penyebaran paling cepat hanya melalui droplet atau percikan kecil dari dairan tubuh kita melalui mulut.

“Memang penularannya itu melalui droplet lewat percikan kecil dari cairan tubuh air liur, belum tentu tertular ke anaknya namun begitu dia lahir karena berdekatan bisa saja tertular mudah-mudahan belum lahir sudah sembuh dari Covid1-9, karena usia kandungan dari pasien ibu itu baru 7 bulan. Dua orang anak dan 1 mertua dari pasangan suami istri ini, kita langsung swab (rapid test dan periksa TCM) 2 anak dan mertua negative,”terang Yoce.

Dia mengaku bersama tenaga medisnya akan melakukan Tracing (penelusuran kontak) erat dengan dua pasien positif di lingkungan mereka tinggal termasuk siapa saja yang sudah kontak erat dengan pasiein Positif lebih dari 2 jam dengan jarak 1 meter.

“Akan kita lakukan Tracing, bagi kontak erat pasein di lokasi tempat pasien tinggal walaupun bukan keluarga kandung tapi apabila ada kontak erat jarak 1 meter lebih dari dua jam akan kita lakukan swab sedangkan kalau yang kontak tetangga atau lokasi itu kita akan lakukan rapid test bila di temukan reaktif baru kita lakukan swab TCM,”terang Yoce.

Dikesempatan itu juga dy. Yoce meminta seluruh rakyat Wondama utamakan protokol kesehatan sebab di Wondama kemungkinan besar sudah terjadi Penyebaran Covid-19 Transmisi lokal.

“Seluruh masyarakat Wondama utamakan protokol kesehatan karena hampir dipastikan Teluk Wondama sudah terjadi transmisi lokal karena sudah tertular antara suami dan istri. Protokol kesehatan benar-benar harus dilakukan, sebeb pengakuan awal kedua pasien Positif Covid-19 saat ini bukan pelaku perjalanan. Kita akan simpulkan lebih detail lagi apakah dia dapat dari kasus lama atau penumpang transit yang dari kapal atau bepergian,”pungkas Yoce.

Sementara Kapolres Wondama menegaskan informasi 2 pasien positif itu benar dan dia juga menghimbau agar masyarakat Wondama tidak salah menggunakan media sosial untuk memperkeruh khambtipmas di Kabupaten Teluk Wondama apalagi mencoreng nama baik oknum ataupun citra pemerintah daerah, sebab akan ditindak tegas.

“Tentang perkembangan oleh ketua gugus tugas penceghand an penanganan Covid-19 dan Jubir masyarakat Wondama agar di pahami ini benar-benar fakta dan hasil peneliatian medis yang bisa di pertanggungjawabkan syukur kita di Wondama sudah punya TCM sehingga tidak perlu kirim ke makasar lagi, sehingga deteksi cepat dan tindakan cepat bisa dilakukan dari medis dan gugus tugas Covid-19,”ujar Kapolres.

“Kita lebih baik sampaikan hal postif hal-hal yang mendukung protokol kesehatan. Jangan gunakan media sosial sebagai Wadah untuk sebarkan berita-berita yang tidak benar, berita bohong yang meresahkan masyarakat. Jangan gunakan media sosial untuk sebar hoax atau mencemarkan nama baik pemerintah maupun oknum ini ada pasal di undang-undang IT dan kalau ada akan kami proses secara hukum,”tutup Kapolres,

sembari berpesan disiplin diri lakukan protokol kesehatan kunci aman dari Covid-19. “Tingkatkan protokol kesehatan, pakai masker rajin cuci tangan jaga jarak, disiplin protokol kesehatan itu penting dan harus di laksanakan masyatakat. Jangan berkumpul, jangan membuat kerumunan, kami dari TNI dan Polri beserta Satpol PP akan tingkatkan kembali patroli. (SR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here