2 Warga Wondama ODP Covid-19

WASIOR, Reportasepapua.com–  Kini penyebaran Virus Corona atau yang biasa disebut Covid-19 telah mendapat perhatian serius pemerintah kabupaten teluk Wondama.

Dua warga Wasior Kabupaten Teluk Wondam Provinsi Papua Barat saat ini masuk dalam daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP) tehadap Covid-19. Diketahui kedua warga tersebut masih memilik hubungan keluarga dan memiliki riwayat baru pulang dari daerah  yangs udah terjangkit Covid-19 dalam beberapa waktu belum lama ini.

Direktur RSUD kabupaten Teluk Wondama yang juga juru bicara dalam Tim Tugas Gugus (TTG) Penanganan COvid-19 dr.Yoce  membernarkan ada dua warga Wasior saat ini masuk dalam ODP.

Dijelaskan dr.Yoce, sebelumnya ada 3 orag di wasior yang sudah dinyatakan ODP sesuai dengan Panduan Covid-19 yang dikeluarkan Kemenkes sebelum per tanggal 16 Maret lalu. Sebab 3 warga Wasior ini memiliki riwayat pernah berkunjung ke daerah yang sudah positif terjangkit Covid-19.

“nah setelah di sesuaikan dengan Panduan orang dengan Covid-19 oleh oleh Kemenkes RI pada 16 Maret ternyata 3 Warga Wasior ini akhirya gugur dari ODP memang diakui direktur 3 Warga Wasior ini sepulangnya dari luar darah yangs udah terjangkit  Covid—19 sempat merasakan batuk dan demam oleh sebab itu sesuai Petunjuk dan Panduan Kemenkes terbaru ini ditemukan hanya dua Warga yang masuk dalam ODP sementara 3 Warga lainnya gugur bersama Panduan Kemenkes yang lama tentang ciri-ciri orang terpapar Covid-19” tuturnya Rabu (18/3) .

“saat ini ada 2 orang ODP dan 3 orang berstatus mantan  ODP sesuai dengan Panduan Kemenkes per tanggal 16 maret 2020 ini. Perlakuannya sama 3 orang itu kita pantau dan 2 ODP wajib di pantau dan dilaporkan,” tambahnya.

 dr. Yoce yang juga ahli saraf ini mengatakandua warga wasior ODP ini dengan kesadaran sendiri dating ke RSUD untuk memerisakan kesehatannya ketika merasa demam dan batuk. Saat ini kedua ODP tersebut sudah melakukan isolasi mandiri dirumah selama 14 hari namun di pantau terus oleh petugas medis selama masa karantina berlangsung agar diketahui kondisi ODP keduanya .

“jadi yang saat ini ODP bukan bukan pasies supect, yang ada hanyalah ODP yang tujuannya dalah prefentiv,”ujar Yoce.

Kepala RSUD ini juga mengatakan saat ini alat untuk mendeteksi atau pengambilan specimen belum bias dilakukan diwondama sebab terbengkalai alat namun pemerintah provinsi papua barat telah memberikan bantuan perlindungan medis berupa  masker dan pakaian pelindung diri.

“kita belum bisa melakukan pemeriksaan secara detail ada tidaknya Covid-19 sebab kita belum miliki alat VTM , di provinsi juga masih terbatas, namun kami sudah siapkan satu ruang khsus Isolasi. Sebelumnya urang itu sebagai urang cadangan saja namun karena ada warga ODP tidak kita jadikan ruangan Isolasi Cadangan lagi tapi kita sudah kosongkan ruang yang ada WCnya dan meski kondisinya masih substandard,”ujar dr.Yoce. (solfi)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,718FansSuka
2,738PengikutMengikuti
17,500PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles