SERUI, REPORTASEPAPUA.COM- Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Papua mencatat 2,4 persen penduduk di Kepulauan Yapen mengalami kebutaan. Sebagian besar kebutaan disebabkan karena penyakit katarak.  

Hal ini diungkapkan Ketua Perdami Papua, dr. Yanuar, Sp.M dalam bakti sosial Operasi Katarak yang digelar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serui, Selasa (3/12). Bakti sosial ini merupakan kerja sama antara Perdami Papua dan Pemerintah Kepulauan Yapen.  

Menurut dr. Yanuar, penduduk yang mengalami kebutaan karena katarak, rata-rata berusia di atas 50 tahun. Meski demikian, penderita katarak masih dapat ditolong melalui jalan operasi.

 “Tujuan dari baksos kali ini juga untuk menurunkan angka kebutaan jika dilihat dari jumlah penduduk Yapen. Antusias masyarakat Yapen sangat tinggi sehingga pelaksanaan kedepan akan lebih banyak waktu sehingga banyak masyarakat yang akan terlayani,” tuturnya.

Perdami Papua telah melakukan Operasi Katarak hampir di seluruh Papua. Dia berharap Pemerintah Daerah terus menggelar pelayanan medis untuk menurunkan angka kebutaan di wilayahnya.

Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S.Sos mengatakan, bakti sosial ini merupakan bagian dari wujud kerja sama yang baik antara Perdami Papua maupun Pemerintah Daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kepulauan Yapen, terutama penderita katarak.

“Sebenarnya bakti sosial direncanakan (akan) dilaksanakan sejak kemarin tanggal 2, tetapi karena cuaca buruk, baru bisa dilaksanakan hari ini. Kita bersyukur karena dr Yanuar dan beberapa teman dokter dari Jayapura bisa hadir dan hari ini saya lihat pasiennya sudah siap semua,” kata Tonny Tesar didampingi Plh Sekda Kepulauan Yapen, Erny R Tania, S.IP.

Menurutnya, 40 penderita katarak telah terdaftar untuk menjalani operasi secara bertahap dalam bakti sosial. 25 pasien di antaranya menjalani operasi hari ini, sedangkan 15 pasien akan menjalani operasi pada Rabu (4/12).

Dia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan sehingga masyarakat Yapen yang belum sempat terlayani dapat mengambil kesempatan di waktu yang akan datang. “Sebelumnya, dua tahun lalu telah dilakukan hal yang sama oleh Perdami Jawa Timur dan berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Ibu Nenepat menuturkan, pelayanan medis bagi penderita katarakan sangat dirasakan masyarakat. Hal ini dikarenakan kebanyakan para pasien terbentur ekonomi untuk melakukan operasi katarak di Jayapura.

“Dengan adanya kerja sama dari Rumah Sakit Dian Harapan Jayapura melalui Perdami Papua, dapat membantu meringankan biaya,” imbuhnya. (Andre Woria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here