3 Skuadron TNI-AU Wilayah Timur Akan Diresmikan Bulan Juni Nanti

SENTANI  – Guna memperkuat pertahanan udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) saat ini telah membentuk 3 Skuadron baru yang akan ditempatkan di wilayah timur Indonesia.

Ketiga Skuadron teresebut adalah, Skuadron 33 Hercules di Makassar, Skuadron 27 CN 235/295 yang berkedudukan di Biak dan Skuadron 9 Helicopter di Jayapura.

“Jadi kalau disini Skuadron Helicopter kalau di Biak nanti itu CN 235/295 kemudian di Makassar Skuadron Udara 33 pesawat Hercules” kata Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Silas Papare, Marsekal Pertama TNI  Ir. Tri Bowo Budi Santoso yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (23/01/2019).

Diungkapkannya, peresmian tiga Skuadron baru yang ada di wilayah timur Indonesia ini akan dilakukan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Republik Indonesia, Marsekal TNI Yuyu Sutisna pada bulan Juni mendatang.

Lebih lanjut dikatakannya, pembentukan 3 Skuadron baru ini selain untuk mempertahankan kedaulatan Udara NKRI ini juga merupakan salah satu upaya untuk pengembangan organisasi yang lebih baik kedepan.

“Skuadron 33 di Makassar itu di bawah Pangkoops II. Sedangkan Skuadron 27 dan 9 yang berada di Papua ini berada di bawah Pangkoops III” ungkapnya.

Untuk armada yang akan ditempatkan di dua Skuadron yang berada di Papua, Jenderal Bintang Satu TNI – AU ini menyebutkan bahwa sudah ada beberapa Pesawat CN 236/295 yang Stanby di pangkalan Biak. “Kalau Helicopter juga sudah ada dan saat ini lagi Standby di Timika” sebutnya.

Selain akan diresmikannya Skuadron, Tri Bowo juga menuturkan dalam waktu dekat ini pihaknya akan membangun Satuan radar yang akan di tempatkan di komplek Angkasapura, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.

“Radarnya sekarang dalam proses pembelian. Diharapkan dengan adanya radar ini nantinya bisa lebih menguatkan dan menjaga kedaulatan NKRI khususnya Udara” tuturnya.

Diungkapkannya lagi, saat ini pihaknya sudah menyurati Kepala Bandara Sentani dan mengusulkan untuk merelokasi Base Ops/Apron Militer yang saat ini ditempati oleh Lanud Silas Papare.

“Rencana akan alihkan kepada Angkasa Pura I tentunya ini akan lebih berorientasi kepada Bisnis jadi kami sudah mengusulkan untuk merelokasi Base Ops/Apron Militer. Karena kemarin ada dua Hercules kemudian datang Pesawat CN 235 tapi karena Base Ops kami ini tidak muat makanya pesawat itu kita titipkan di Apron Sipil” ujarnya.

Terkait permintaan relokasi ini, dirinya mengaku sudah melapor ke Panglima Koops dan meminta untuk ditempatkan di ujung timur Bandara Sentani.

“Paling tidak, bisa memuat dua Hercules, satu Helicopter dan empat pesawat tempur. Renstra kedepan kami minta dibangun empat selter pesawat tempur” tandasnya.

Ditambahkanya, hal ini sangat perlu dilakukan karena dirinya melihat belum adanya kekuatan udara di wilayah Timur Indonesia, khususnya di Papua.

“Idealnya harus ada supaya kalau ada penerbangan-penerbangan yang tidak terjadwal bisa dengan segera ditindaklanjuti. Jadi kami butuhkan apron yang bisa memuat dua herkules, satu helicopter dan empat pesawat tempur” pungkasnya. (yurie)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,041FansSuka
2,829PengikutMengikuti
17,900PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles