JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Warga Kota Jayapura yang diresahkan dengan isu aksi demonstrasi protes rasisme susulan di Jayapura yang menyebar sejak Kamis (22/8) malam hingga sabtu ini. Isu ini menyebabkan sejumlah sekolah terpaksa memulangkan siswanya lebih awal.

Ratusan personel aparat gabungan TNI dan Polri disiagakan untuk mengantisipasi isu tersebut. Personil disiagakan di tiga titik rawan yang disinyalir menjadi kosentrasi massa. Ketiga titik dimaksud meliputi Expo Waena, Perumnas III Waena, dan Taman Imbi, Kota Jayapura.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, SH., S.IK saat dikonfirmasi, membantah adanya aksi susulan terkait Demo seperti beberapa waktu lalu. Lanjut AKBP Gustav, isu tersebut merupakan hoax yang disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Situasi kamtibmas Kota Jayapura aman dan kondusif. Masyarakat silahkan beraktivitas seperti biasa tanpa khawatir dengan aksi susulan,” ungkap Kapolres Jayapura Kota.

AKBP Gustav menghimbau masyarakat agar tidak percaya berita maupun isu-isu yang tidak benar atau tidak dapat dipertanggung jawabkan. “Mari kita bersama-sama menjaga kamtibmas di Kota Jayapura aman, damai dan tentram, tanpa perlu mendengar isu isu yang belum tentu ada kebenarannya,” tegasnya.

Kapolres Jayapura Kota menerangkan, saat ini pihak polres jayapura kota telah berkoordinasi dengan Polda Papua untuk penyelidikan terkait pelaku penyebar berita hoax.

Sementara itu Kasubbag Humas Polres Jayapura, Iptu Jahja Rumra saat ditemui di Mapolresta, Jumat (23/8) mengungkapkan sedikit 500 personil gabungan telah disiapkan guna mengantisipasi adanya titik kumpul kosentrasi massa.

Ratusan personel ini merupakan gabungan TNI dan Polri, termasuk anggota Brigade Mobile (Brimob). “Personil masih di lapangan untuk mengantsipasi isu aksi protes susulan ini. Namun kami pastikan itu adalah hoaks,” kata Kasubbag Humas.

Iptu Jahja menduga aksi hoax protes susulan disebar oleh pihak tak bertanggung jawab untuk membangun opini masyarakat. Isu itu juga ditujukan untuk membuat masyarakat resah. “Itu tujuan mereka, jadi masyarakat jangan terhasut,” ujarnya. (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here