83.000 ASN Terlindungi Program JKK dan JKM Taspen

0
110

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang dikelola oleh PT Taspen (persero) berlaku sejak 1 Juli 2015 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2015 diperuntukkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).

Di bawah wilayah kerja PT Taspen Cabang Jayapura, sebanyak 83.000 ASN telah terlindungi program tersebut.

Program JKK dan JKM Taspen juga melindungi pegawai non ASN yaitu honorer dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2017 dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang manajemen P3K.

Tahun 2019, Taspen telah merealisasikan santunan untuk program JKK sebesar Rp26,671 miliar untuk program JKK dengan jumlah klim 2 dan Rp164,255 juta untuk program JKM dengan jumlah klim 843. Realisasi santunan JKK dan JKM mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2018. Pada tahun 2018, realisasi JKM sebesar Rp42 miliar dan JKK Rp287 juta.

Iuran JKK sebesar 0,24 persen dari gaji pokok, dan iuran JKM 0,72 persen dari gaji pokok. “Ini dikhususkan untuk ASN yang masih aktif, juga honorer dan P3K yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” jelas Mulat Budianto, Kepala PT Taspen Cabang Jayapura.

Lewat program JKK dan JKM, Taspen telah bekerjasama dengan rumah sakit pemerintah dan swasta dengan pelayanan ruang kelas satu dalam rangka memberikan pelayanan optimal kepada peserta.

Adapun besaran manfaat yang diterima oleh peserta apabila meninggal dunia mendapat santunan sekaligus sebesar Rp15 juta, kemudian uang duka 3 kali upah dan biaya pemakaman sebesar Rp7,5 juta. Sementara santunan JKK dibayar sesuai klim dari rumah sakit.

“Apabila kepesertaan sudah tiga tahun dan memiliki anak, mendapat beasiswa untuk 2 anak masing – masing Rp15 juta. Jika anak tersebut sudah mahasiswa, beasiswa diterima sekaligus, jika masih duduk di bangku sekolah beasiswa yang diterima berbentuk polis yang otomatis masuk ke rekening ibunya tanpa mengusulkan atau mengajukan,” jelas Mulat. (Ananda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here