Timika,reportasepapua.com – Puluhan Pendulang emas Tradisional asal Timika Papua, kembali lakukan aksi pemalangan jalan tepanya di jalan Ahmad Yani dan jalan menuju Terminal Bis PT Freeport Indonesia di gorong-gorong.

Aksi pemalangan itu akibat dari emas hasil dulangan para pendulang tidak dapat terjual karena seluruh toko emas di timika di tutup dan tidak menerima hasil dulangan mereka,kejadian itu terjadi pada,Kamis (24/01).

Kejadian yang dilakukan puluhan pendulang emas tradisional timika papua ini, adalah merupakan kelanjutan pada hari rabu kemarin dimana, puluhan pendulang emas ini sebelumnya sempat melakukan aksi pembakaran dan pemalangan jalan pada hari rabu kemarin dengan alasan hasil dulangan mereka tidak dapat terjual karena seluruh toko emas di timika di tutup.

Ketua perkumpulan pendulang emas tradisional timika Simon Rahajaan saat di temui di sela-sela aksi para pendulang,menjelaskan bawah, aksi mereka ini merupakan hasil kelanjutan pada hari rabu dan juga merupakan dampak dari pada toko emas yang sementara ini di tutup dengan alsan kehabisan uang.

“Sebenarnya masalah yang terjadi saat ini adalah masalah tentang perut para pendulang, dimana hasil dulangan mereka tidak dapat terjual, dan itu sangat berdampak apalagi tentang perut, maka saya berharap agar ada solusi yang baik untuk para pendulang ini dapat menjual hasil dulaangan mereka, dan pada hari rabu kemarin sebenarnya adalah aksi spontanitas yang dilakukan para pendulang, karena kecewa saat hendak menjual emas namun toko emas tertutup dan sore ini adalah merupakan aksi lanjutan dan saya juga berharap tidak terjadi demikian, mungkin karena hari ini toko tetap masih tutup makanya merak lakukan aksi lagi,” Ungkap Simon Ketua Kordinator Pendulang.

Simon juga menambahkan,kejadian ini sudah terjadi berulang-ulang dan dirinya sudah berkordinasi dengan pihak keamanan agar ada solusi yang terbaik buat para pendulang ini untuk dapat menjual hasil dulangan mereka.

Dan juga dirinya sendiri merasa heran karena para pendulang saat hendak menjual emas merak di toko emas,pemilik toko menolak itu dengan alasan kehabisan uang.

“Kalau soal uang habis itu tidak masuk diakal,kan heran dan baru terjadi di tahun ini,pemilik toko mengatakan uang habis,dan jika ada keterkaitan dengan salah satu pemilik toko emas yang sempat di periksa kepolisian mungkin itu yang membuat sebagian toko emas lainnya takut untuk membeli emas para pendulang ini,” Tambahnya.

Namun dirinya berharap agar, pihak kepolisian dan lebih khusus pemerintah daerah dalam membatu mmenyelesaikan persoalan pendulang,dan pada jumat besok jika permasalahan pendulang tidak dapat diselesaikan pada sore ini,rencananya kelompok pendulang akan melakukan aksi mereka di Kantor DPRD mimika.

“jika masalah pendulang hari ini tidak dapat diselesaikan dan tidak ada solusi maka kita akan melakukan aksi di ke kantor DPRD.dan pemerintah daerah harus melihat ini,karena pendulang emas yang saat ini melakukan aksi adalah warga mimika dan berdominsili di Kabupaten Mimika ini.Ungkap Simon.(IB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here