Aliansi Cinta NKRI Tolak Ormas Radikal dan FPI Papua Barat

Manokwari, Reportasepapua.Com – Aliansi Gerakan Cinta NKRI Papua Barat menggelar aksi damai menolak gerakan- gerakan intoleransi dan radikalisme mengatasnamakan agama yang berpotensi memecah bela persatuan dan kesatuan bangsa di Papua Barat.Aksi damai digelar perempatan lampu merah Haji Bauw serta Mapolda Papua Barat dan kantor DPR Papua Barat, Senin (21/12/2020).

Dalam aksi bertuliskan spanduk aliansi NKRI menolak gerakan- gerakan front pembela Islam di Papua Barat. FPI pemecah belah NKRI, tolak FPI di Papua Barat. NKRI dan Pancasila harga mati, bubarkan organisasi masyarakat radikalisme.

Koordinator Aksi, Jalil Lambara meminta dukungan masyarakat di Papua Barat turut andil menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan memberikan informasi kepada aparat penegak hukum jika melihat ada gerakan-gerakan Radikalisme yang berpotensi mengancam persatuan bangsa.

“Kalau ada organisasi radikalisme yang mencoba membelah bangsa terutama organisasi front pembela islam yang ada di Papua Barat,” ucap Jalil.

Jalil meminta aparat penegak hukum TNI/ Polri untuk menindak tegas kelompok kelompok tertentu yang memecah belah bangsa.

“Kami bukan untuk kepentingan elit politik tapi kami datang atas nama rakyat. FPI bukan agama islam ,tapi organisasi masyarakat yang mengatas namakan islam,islam tidak mengajarkan kebencian.Kami menolak FPI hadir di Papua Barat,”tegasnya.

Perwakilan Polda Papua Barat AKBP I Ketut Widiarta mengatakan  saya mewakili pimpinan Polda mengucapkan apresiasi kepada  Gerakan Cinta NKRI Papua Barat yang telah mengantarkan aspirasi  secara damai ke Polda.

“Ini bukan tugas aparat saja tetapi semua rakyat harus menjaga keamanan di manokwari.mari sama2 kita menjaga kerukunan agama khususnya di manokwari Papua Barat,”ungkap Widiarta.

Dia menambahkan, aspirasinya ia terima diserahkan ke Kapolda Selanjutnya massa bergerak menuju kantor DPR Papua Barat. Aliansi NKRI provinsi Papua Barat menuju Kantor DPR Papua Barat menyampaikan aspirasi yang sama dan menolak hadirnya FPI di Papua Barat. Dalam orasinya di anggota dewan ditegaskan bahwa FPI bukan agama islam melainkan organisasi radikal yang tidak sejalan denagan pancasila dan undang undang dasar Negara Republik Indonesia (NKRI).

Mereka meminta DPRPB untuk menolak hadirnya ormas FPI di Papua Barat, kami berharap agar anggota DPR membuat peraturan daerah untuk membatasi organisasi radikal di Papua Barat.
Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor pihaknya mendukung aparat hukum untuk menangkap ormas- ormas yang bertentangan dengan NKRI.

“Negara ini terdiri dari ras suku agama yang berbeda oleh sebab itu ada organisasi tertentu yang bertentangan dengan pancasila kita tolak. Kita di Papua Barat menjadi contoh kerukunan agama di indonesia,”katanya.

Papua Barat memperlihatkan predikat sebagai provinsi paling rukun dalam hal kerukunan hidup beragama maka toleransi umat beragama terjalin dengan baik. Sementara itu Wakil Ketua DPR Papua Barat Saleh Siknun DPR mendukung dan menolak organisasi yang bertentangan pancasila dan UU dasar NKRI.

“Ini bukan tugas aparat saja tetapi semua tugas elemen masyarakat untuk menjaga keamanan di Papua Barat,”tuturnya.

Raperda terkait kerukunan agama,nanti kita akan diskusikan bersama DPR Papua Barat selalu terbuka terkait dengan penyampaian aspirasi demi pembangunan Papua Barat.(Dhy)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,041FansSuka
2,873PengikutMengikuti
18,100PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles