Alokasikan Anggaran Rp. 50 juta Dana Desa Cegah Covid-19

0
163


Wondama, Reportasepapua.com- Sikapi edaran Kementrian Desa (Kemendes) tentang kampung Siaga bencana non alam yaitu Corona Virus (Covid-19) setiap kampung dibijaki menggunakan anggaran bersumber dari Dana Kampung itu sendiri guna mendukung pemerintah cegah penyebaran Covid-19 di NKRI.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung DPMK Pemda Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat mengambil kebijakan anggaran kampung sebesar Rp. 50.000.000 rupiah digunakan untuk membelanjakan sejumlah alat-alat yang dapat mencegah penyebaran Covid-19 dimasing-masing kampung.

Hal tersebut diungkapkan kepala DPMK pemkab Wondama Hendrik Riko Tetelepta, Rabu, (6/4) diauala distrik Wasior ketika penyerahan SK pemberhentian kepala kampung dan penyerahan SK PJS kampung dilakukan.

Sesuai surat edaran nomor 8 tahun 2020 tentang desa tanggap covid-19 setiap kampung diwajibkan gunakan dana desa tahun 2020 dalam menyusun dan mengambil langkah-langkah cegah penyebaran Covid-19. Riko katakan akan dikoordinasikan bersama gugus tugas penanganan Covid-19 pemda Wondama guna menyelasraskan program dan kegiatan serta langkah-langkah apa yang ahrus diambil dan dilakukan di kampung dengan memperhatikan skali dan alokasi anggaran di tingkat kampung

“Dengan adanya Covid-19 merupakan bencana nasional ini kemendes telah mengeluarkan edaran tentang kampung tanggap covid-19, sehingga di kampung itu harus bentuk tim tanggap Covid-19 beserta relawannya, kami juga akan berkoordinasi dengan tim gugus tugas tanggap Covid-19 tingkat kabupaten,kita alokasikan sebesar Rp.50.000.000 rupiah dimasing-masing kampung”kata Riko.

Tim pencegahan Covid-19 tingkat kampung harus segera di bentuk. Tim cegah Covid-19 tingkat kampung itu selain dari apar dan perangkat desa tetapi juga diambil dari tenaga medis di pustu atau puskesmas yang ada di kampung masing-masing dan juga anggota Bhabinkamtibmas yang bertugas dimasing-masing kampung.

“Tim ini juga ada terlibat teman-teman anggota bhabinkamtibmas di kampung, tenaga medis di pustu atau puskesmas di kampung itu tetapi juga pendamping dana desa juga harus berperan selain aparat kampung dan yang menajdi tim cegah Covid-19 adalah kepala kampung Sendiri”tutur Riko.

Dengan kondisi itu Riko Juga katakan pengelolaan dana desa tetep berpatok pada protam kemendes mengani padat karya, masyarakat setempat harus dikaryakan dan mendapat upah dari program kerja dana desa itu sehingga da perputan ekonomi dikampung masing-masing sebeb dampak Covid-19 di sector ekonomi kalangan masyarakat sudah terasa.

“Guna menjaga dampak ekonomi masyarakat yang menurun akibat Covid-19 anggaran desa terutama harus melakukan program proses padat karya tunai dimana dana desa pertama itu harus melibatkan masyarakat sebab dampak Covid-19 ini terutama di bidang ekonomi sangat terasa sehingga bagaimana memperhatikan kehidupan masyarakat bawah dimana masyarakat bekerja dan mendapat upah dibayar langsung namun aturan pusat terkait covid-19 tidak boleh mengumpulkan masyarakat ini akan kami koordinasikan kembali dengan satgas kabupaten, sehingga kita bisa lihat daerah-daerah mana yang pantas untuk masyakat bisa kerja kita tidak boleh anggap biasa virus ini. Masyarkat yang bekerja padat karya harus menggunakan masker,”tutur Riko

Sesuai RAB Kampung masing-masing ada belanja masker alat semprot dan alat ksehatan lainnya yang dapat digunakan masyarakat sehingga kata Riko anggaran Rp.50.000.000 rupiah itulah yang duguanakn untuk berbelanja barang-barang tersebut. Riko juga mengimbau agar masyarakat bersama aparat kampung terus lakukan pemantauan keluar masuk warga wajib lapor kepada kepala kampung, RT dan RW setempat serta jangan banyak rencana tapi bertindak cepat.

“Belanja alat kesehatan obat semprot dan masker, ketuanya kepala kampung bamuskam, ketua RT dan RT tokoh-tokoh masyarakat, anggota bhabinkhamtibmas tim ini wajib memantau setiap pergerakan orang keluar masuk kampung kita harus cegah ini. Ada beberapa kampung yang saat ini belum paham apa itu corona virus kita jangan banyak rencana tapi kita harus bekerja cepat. Sosialisasikan apa itu covid-19. Jangan anggap kita di kampung jadi kita tidak terjangkit kita harus terus waspada cegah Covid-19 dengan program-program yang ada,”tutu Riko. (solfi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here