JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Kegiatan yang berlangsung di Aula BPSDM Papua, Selasa (29/10/2019), diikuti 48 peserta dari  Widyaiswara dan Fasilisator BPSDM Provinsi Papua, Widyaiswara BKPP Kota Jayapura, BKPSDM Kabupaten Jayapura dan BPKSDM Kabupaten Biak Numfor.

Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Sosial dan Sumber Daya Manusia, Any Rumbiak, Mengatakan bahwa salah satu aspek penting dalam sistem pelatihan adalah tenaga pengajar, yang dalam hal ini adalah widyaiswara, karena perannya sebagai ujung tombak dalam penyelenggaraan pelatihan.

Dikatakan juga bahwa, widyaiswara yang langsung berinteraksi dengan peserta pelatihan dalam kelas dengan berbagai informasi, pengetahuan dan pengalaman. Lebih dari itu, widyaiswara juga memberikan motivasi dan juga menjadi inspirasi bagi peserta pelatihan.

Dengan kata lain, peran widyaiswara menentukan pemahaman dan kemampuan peserta dalam menghasilkan outcome pelatihan.

“Dengan pelatihan strategis tersebut, widyaiswara dituntut  untuk semakin profesional karena hanya dengan kualifikasi yang mempuni, widyaiswara dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dalam mengelola kelas-kelas dalam pelatihan Aparatur Sipil Negara (ASN),” ujarnya

Oleh karena itu, untuk menjamin profesionalisme widyaiswara, lembaga Administrasi Negara (LAN) telah merevisi pengaturan tentang pelatihan widyaiswara yang diantaranya merubah kurikulum pelatihan dan metode pelatihan yang mengedepankan teknologi dan informasi agar dapat memenuhi tuntutan perubahan pembelajaran merupakan masalah yang cukup kompleks, karena banyak faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran.

Masih menurutnya, terdapat tiga prinsip yang layak diperhatian dalam sebuah proses pembelajaran yaitu, pertama, proses pembelajaran menghasilkan perubahan perilaku peserta didik yang relative permanen, kedua, peserta didik memiliki potensi dan kemampuan yang telah ada sebelumnya, sehingga proses belajar mengajar hanyalah merupakan optimalisasi potensi didi menuju kualitas ideal yang diharapkan.

Ketiga, perubahan atau pencapaian kualitas ideal yang diharapkan tidak tumbuh linear sejalan dengan proses kehidupan. Proses belajar merupakan bagian dari kehidupan itu sendiri, yang didesain secara khusus demi tercapainya kondisi ideal yang diharapkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemantauan dan Evaluasi Widyaiswara Pusat Pembinaan Widyaiswara LAN RI Caca Syahroni, mengatakan bahwa tujuan penyelenggaraan ini adalah  meningkatkan  pengetahuan pejabat fungsional Widyaiswara.

“kegiatan ini adalah sebagai pembekalan bagi pejabat dalam mengembangkan kurikulum, dengan Bimtek ini pejabat Widyaiswara dapat mengembangkan ilmu dan terus berinovasi  untuk segera diterapkan dalam mempresentasikan hasil kurikulum dan modul yang disusun dalam pelatihan nantinya,” ujarnya. (berti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here