Baru Sebagian Paket BMT Yang Disiapkan Pemda Wondama Tersalur

WONDAMA, Reportasepapua.com- Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Teluk Wondama menyalurkan Bantuan Makan Tambahan (BMT), di tengah Pandemi Covid-19 sebanyak 2250 paket.

BMT yang dibagikan itu terdiri dari, gula susu, beras merah dan kacang hijau.

Kepala dinas P3AP2KB kabupaten Teluk Wondama, Elia Parairaway katakan, setiap kampung di 13 distrik dialkoasikan sebanyak 30 paket BMT.

Model penyaluran paket tersebut secara berjenjang, melalui pemerintah distrik kemudian diteruskan kepada pemerintah kampung kemudian di bagikan kepada masyarakat yang lansia dan kekurangan gizi termasuk ibu hamil dan menyusui.

“2250 paket BMT kami siapkan untuk dibagikan di 13 distrik 75 kampung. Masing-masing kampung dapat 30 paket, kami distribusikan secara berjenjang dari pemerintah distrik kemudian ke pemerintah kampung lalu didistribusikan keapda masyarakat yang berhak menerima yaitu lansia, ibu hamil dan ibu menyusi,” ungkap Elia dalam konverensi pers di gedung serba Guna Pemkab Teluk Wondama belum lama ini.

Menurut dia, lansia, ibu menyusui dan ibu hamil sangat rentan terhadap kondisi saat ini dimana Covid-19 masih mewabah maka BMT diharapkan dapat menunjang kebutuhan gizi dan system imun tubuh pada lansia, ibu hamil dan ibu menyusui.

“Kita perlu menjaga daya tahan tubu pada lansia ibu menyusi dan ibu hamil sebab mereka ini rentan terhadap penyakit apalagi di tengah Pendemi Covid-19 seperti ini,” ujar Elia.

Elia juga mengaku pemberiatn BMT kepada lansia, ibu hamil dan ibu menyusui bukan baru kali ini atau di tengah pandemi Covid-19, tetapi merupakan program rutin setiap tahun, namun untuk pemberian kali ini jumlah pekt BMT bertambah.

“Pembagian BMT ini program rutin kami setiap tahun kami lakukan hanya saja karena pandemic Covid-19 kita naikan jumlah paketnya. 2250 paket BMT bersumber dari anggaran APBD realokasi Covid-19,” ujar Dia.

Katanya lagi, pemberian BMT khsusu untuk lansi berusia 60 tahun ketas sementara 60 tahun kepada di berikan kalau dia terlihat kekurangan gizi.

“BMT kita berikan kepada lansia usia 60 tahun ke atas dan juga 60 tahun kebawa yang kekurangan gizi,” kata Elia.

Saat ini telah didistribusikan sebanyak 885 paket di 75 kampung 13 distrik.
Namun kata Elia jika ada masyarakat yang belum terdata dan namanya belum masuk dalam daftar penerima BMT, pintu kantornya terbuka bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan dirinya.

“Bagi siapa yang belum dapat BMT karena terlewatkan, silahkan datang di dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana, agar kami masukan dalam daftar penerima atau bisa langsung ke pemerintah kampung untuk melapor agar dimasukan dalam daftar terima BMT. Ini baru pembagian tahap pertama masih ada 2 tahap lagi,” ujar Elia. (SR)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,041FansSuka
2,873PengikutMengikuti
18,100PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles