SENTANI, REPORTASEPAPUA.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Papua, Jayapura telah melindungi 158 tenaga kontrak RSUD Yowari.
Kartu peserta telah diserahkan secara simbolis pada perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke -55 tingkat Kabupaten Jayapura pada Jumat (15/11/2019).

“158 tenaga kontrak/honorer di RSUD Yowari telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Harapan kami dengan terdaftarnya non Aparatur Sipil Negara (ASN) di rumah sakit tersebut menjadi motivasi tenaga kontrak lainnya yang ada di Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Jayapura,” kata Nasrullah Umar, Kepala Bidang Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua, Jayapura.

Ia mengungkapkan, sampai saat ini seluruh tenaga kontrak/honorer di Puskesmas Kabupaten Jayapura belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Bahkan, kata Nasrullah, potensi peserta BPJS Ketenagakerjaan kategori tenaga kontrak/honorer khusus tenaga medis di Kabupaten Jayapura cukup besar jumlahnya dibandingkan jumlah tenaga kontrak/honorer di Puskesmas yang ada di Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom.

“Di Kota Jayapura satu Puskesmas rata-rata 6-11 tenaga kontrak/honorer dari belasan Puskesmas, di Kabupaten Jayapura lebih banyak lagi karena menyebar sampai ke perbatasan Wamena, inilah yang perlu kita lindungi sebenarnya karena mereka melakukan aktivitas sangat rawan dengan resiko kecelakaan kerja terlebih jauh dari wilayah perkotaan,” imbuhnya.

Selain penyerahan secara simbolis kartu kepesertaan, dalam acara HKN tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama pelayanan RSUD Yowari bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Nasrullah mengatakan, kerjasama tahun kedua ini tentang pelayanan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami resiko dan dirawat di RSUD Yowari.

“Apabila ada peserta yang mengalami resiko kecelakaan kerja dan dirawat di RSUD Yowari, maka seluruh biaya perawatan kelas satu ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Nasrullah.

Direktur RSUD Yowari, Petronella Marcia Risamasu mengatakan, sesuai dengan visi Presiden Republik Indonesia lima tahun kedepan menitikberatkan pada sumber daya manusia (SDM) kesehatan, ini juga sesuai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Jayapura yang menekankan SDM yang unggul dan berkualitas.

“Terkait hal itu, kami telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan sebagai salah satu kewajiban manajemen, pemerintah untuk memberikan jaminan bagi tenaga kesehatan yang kontrak sehingga ketika mengalami kecelakaan kerja bahkan sampai kematian, ada yang menjamin dalam hal ini BPJS Ketenagakerjaan,” ucap Petronela. (Ananda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here