Buka CdM Meeting II PON XX, Gubernur Lukas Enembe : Papua Adalah Miniatur Indonesia Semua Suku Ada di Papua

0
79

SENTANI, REPORTASEPAPUA.COM – Acara pembukaan CdM Meeting II Pekan Olahraha Nasional (PON) XX tahun 2021 Provinsi Papua dihadiri langsung Gubernur Papua, Lukas Enembe sekaligus membuka dengan resmi acara tersebut yang berlangsung di Suni Garden Lake Hotel and Resort, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu malam (7/4).

Selain Gubernur Papua, acara tersebut juga dihadiri Ketua KONI Pusat, Marciano Norman, serta calon pimpinan kontingen atau Chef de Mission (CDM) Meeting dari seluruh Provinsi peserta PON XX Tahun 2021 Provinsi Papua.

Diawal sambutannya, Gubernur Lukas Enembe mengatakan, ditengah-tengah Papua mempersiapkan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX Tahun 2021, tapi juga untuk mewujudkan sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses perekonomian rakyat serta sukses administrasi,

Oleh karena itu, Gubernur Lukas Enembe berharap dengan kedatangan saudara dari 34 provinsi yang ada di Indonesia ini, dapat lebih meningkatkan tali persaudaraan dan persatuan sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Diharapkan dengan kehadiran saudara sekalian yang ke dua kali ini, dapat lebih memahami tentang Papua dan apabila kita sudah saling memahami masing-masing wilayah diharapkan akan terjadi hubungan yang harmonis, saling memperkuat untuk mensukseskan Papua sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021, serta sebagai tuan rumah Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) ke XVI Tahun 2021,” kata Gubernur Papua, Lukas Enembe disela sela sambutannya.

Menurutnya, penunjukan Papua sebagai tuan rumah PON XX Tahun 2021, merupakan anugerah yang sangat besar bagi seluruh rakyat Papua. Karena momentum ini belum tentu bisa di dapatkan dalam generasi saat ini dan bahkan generasi 50 tahun mendatang, karena dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, hanya 6 provinsi yang sudah menjadi tuan rumah.

Masing-masing provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Timur, Palembang, Kalimantan Timur, Riau dan Jawa Barat.

Lanjut dikatakan, tahun ini Papua merupakan provinsi di wilayah timur Indonesia yang menjadi tuan rumah. Untuk itu, mari kita bersatu padu untuk mensukseskan penyelenggaraan PON Papua yang saat ini sedang kita persiapkan. Dan bantulah Papua untuk keberhasilan dalam menyelenggarakan PON.

“Saya yakini lewat ivent PON ini, mampu mempercepat pembangunan kesejahteraan di masyarakat Papua di segala bidang kehidupan,” ujar Enembe.

Apalagi kata Lukase Enembe, CdM meeting II ini merupakan agenda yang sangat strategis, untuk menginformasikan kepada seluruh Ketua Kontingen di 34 Provinsi di Indonesia terkait dengan kesiapan Provinsi Papua dalam mempersiapkan PON.

Namun kata Gubernur Lukas Enembe, yang mencakup waktu dan tempat penyelenggaraan, jadwal dan venue pertandingan, dan perlombaan cabang lomba, tahapan dan waktu pendaftaran peserta serta mekanisme dan sistem penyelenggaraan.

Selain itu ungkapnya, kebijakan tentang akomodasi dan sistem pelayanannya, pelayanan dan pengaturan konsumsi, transportasi, kesehatan dan perlindungan jiwa (asuransi), perkembangan kesiapan prasarana dan sarana olahraga, rencana dukungan lainnya yang dianggap perlu.

“Saya yakin, berbagai agenda yang harus dipersiapkan dalam CdM meeting II ini. Semua sudah dipersiapkan oleh Panitia Besar PON XX Papua Tahun 2021. Dan apabila terdapat hal-hal yang sangat penting belum maksimal dalam persiapannya agar disampaikan kepada kami, sehingga kami di Papua akan lebih memantapkan berbagai persiapan penyelenggaraan PON yang waktunya makin dekat,”tukasnya.

“Sejak saat ini masih kurang 177 hari, penyelenggaraan PON yang akan dilaksanakan dengan memperlombakan dan mempertandingkan 37 cabang olahraga, 56 disiplin, 681 nomor pertandingan dan 6496 Atlet, yang dilaksanakan di 4 klaster penyelenggara yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika,” terangnya.

Guberur Lukas Enembe menambahkan, Papua adalah miniatur Indonesia, semua suku bangsa di Indonesia ada di Papua dari Sabang sampai Merauke. Untuk itu perlu perlibatan seluruh lapisan masyarakat dan terutama pelibatan secara aktif seluruh paguyuban yang ada di wilayah Papua.

“Karena paguyuban yang ada di wilayah Papua ini memiliki hubungan yang harmonis dan psikologis dengan daerah asal. Disamping itu perlu melibatkan secara aktif seluruh masyarakat adat yang mendiami di seluruh klaster penyelenggaraan. Kami di Papua telah merintis kesepakatan antara pemerintah,” tutup Gubernur Papua, Lukas Enembe. (TIARA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here