Bupati Ancam Tutup SPBU Kompak

WAMENA – Pemerintah Jayawijaya akan menutup aperasional SPBU Kompak jika tidak membuka pelayanan setiap hari kepada masyarakat.

Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Ricahard Banua, SE.M.Si menjelaskan selama kunjunngannya ke Distrik selalu melintas di Distrik Bolakme, namun selama itu SPBU Kompak Bolakme tidak pernah membuka pelayanan kepada masyarakat setiap hari.
Diakui Bupati, dari kunjunngannya ke Distrik Bolakme, dirinya telah mendaptkan laporan langsung dari masyarakat bahwa SPBU Kompak tidak pernah membuka pelayanan.

“Jangan menggunakan APMS atas nama masyarakat khususnya masyarakat Bolakme tetapi kenyataan baangnnya dijual Subsidi,” ungkap Bupati Banua, Kamis (12/3/2020) di Distrik Bolakme Kabupaten Jayawijaya.

Bupati akan memastikan terkait pelayanan di SPBU Kompak yang selama ini dilaporkan tidak pernah membuka pelayanan.
Jika ditemukan dan benar bahwa tidak pernah ada pelayanan di SPBU Kompak Bolakme, maka sudah dipastikan pemerintah akan membuat surat resmi agar pimpinan SPBU Kompak bisa diganti.

Tidak hanya itu saja, Bupati memastikan jika memang tidak ada pelayanan lagi di SPBU Kompak Bolakme, maka dengan terpaksa SPBU Kompak Bolakme akan ditutup, dan untuk Kuotanya akan ditambah bagi APMS yang ada di Kota Wamena.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayawijaya, Lukas Kosay mengakui, selama ini SPBU Kompak Bolakme mendapatkan Kuota sesuai dengan permintaan yang diajukan sebesar 200 Rel.

Menurutnya, walaupun Dinsnakerindag Jayawijaya telah menerima laporan dari SPBU Kompak, namun dalam kenyataan dilapangan sesuai peninjaauan langsung dilapangan, ternyata laporan yang selama ini disampaikan sangat berbeda dengan realisasi yang dilakukan di lapangan.

Lukas Menyebutkan, laporan yang disampaikan sudah dilakukan penyaluran, namun setelah dipantau langsung dilapangan tidak sesuai dengan yang dilaporkan.
Selain itu, dari temuan, kuota yang pelayanan yang keluar di Distrik bolakme sangat terbatas, namuan pelayanan dalam jumlah besar ada pada Kaupaten lain, sehingga masyarakat yang ada di Distrik Bolakme mengeluh dan menyampaikan keluahannya kepada Dinsnakerindag.

Dari laporan masyarakat, setiap pelayanan premium dan solar yang dilakukan di SPBU Kompak Bolakme selalu tertutup dan tidak dibuka umum untuk konsumen.

“Laporan masyarakat itu, setiap mau melayani pintu pagar SPBU Kompak di tutup,” ungkap Lukas Kosay.

Ditempat yang sama, Kepala Kampung Lani Timur Ernes Murib mengakui, SPBU Kompak selama ini menerima Kuota cukup banyak, tetapi selalu dikatakan cepat habis.
“Bensin datang ful terus tapi bensin habis terus, kalau pintu buka ka saya juga tidak tahu, mungkin malam itu bawa keluar dengan drem ka saya juga tidak tahu,” kata Ernes.
Diakuinya, pelayanan di SPBU Kompak Bolakme juga sering dilakukan, namun pelayanannya tertutup.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,718FansSuka
2,740PengikutMengikuti
17,500PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles