Bupati : Wondama Berjalan Dari Tanda Heran Yang Satu Ke Tanda Heran Yang Lain

Wondama, Reportase Papua.com-  Demi terwujudnya visi misi kabupaten Wondama yakni Elok Maju Aman dan Sejahtera (Emas) pembangunan infatruktur terus dilakukan, salah satunya adalah pembangunan jembatan.

Pembangunan jembatan beton dengan rangka baja terbentang sepanjang 60 meter menghubungkan antara kampung Isei dan Uryemi dibangun sejak tahun 2017 dan 2019 menggunakan anggaran APBD Wondama.

Jembatan beton rangka baja yang di bangun pada ruas jalan Wasior Tandia pada tahap pertama tahun anggaran 2017 memakan anggaran APBD sebesar 3 miliar lebih.

“Pembangunan konstruksi tahap pertama di mulai pada tahun 2017 dengan anggaran APBD sebesar 3 miliar 5 ratus 29 juta 2 ratus ribu rupiah. Tahap pertama baru di bangun 2 fondasi sumuran dengan kedalaman 4 meter dengan satu abutment konstruksi beton K 290  dan satu sabodam 20 meter lari talud koprit. Kontraktor yang mengerjakan jembatan tahap pertama yaitu CV. Bantanan Permai di bangun sejak 27 oktober 2017,”terang Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Teluk Wondama Hans Bano saat menyampaikan sambutan singkat pada peresmian jembatan kali Rowi, Jumat, (4/9).

Sementara pembangunan tahap kedua lanjut Hans menjelaskan pda tahun anggaran APBD 2019 pembanguan jembatan itu memakan anggaran sebesar 6 miliar lebih.

“Tahap kedua menggunakan APBD tahun anggaran 2019  sebesar 6 miliar 224 juta 300 ribu rupiah. Kontraktor yang mengerjakannya adalah CV. Citra Maharani dan lanjut dikerjakan pada tanggal 9 Agustus 2019 konstruksi yang di bangun pada tahap kedua yaitu fondasi sumuran kedalaman 4 meter 1 abutment konstruksi beton k 250 dan konstruksi baja melengkung dengan panjang 60 meter dan 180 meter lari talud oprit,”tarang Hans.

Kurang lebih Rp.9 miliar 7 ratus juta rupiah, di kerjakan terhitung dua tahun dalam 2 tahun anggaran APBD itulah sebabnya pembangunan dilakukan secara bertahap dan sekarang sudah bisa digunakan.

Hans menjelaskan kekuatan dan umur jembatan kali Rowi dapat digunakan selama 50 tahun sejak dari sekarang. Jembatan tersebut merupakan jembatan tipe B dimana dapat menampung beban ratusan ton. Konstruksi jembatan model melengkung baru di bangun di Papua barat di kabupaten Wondama.

“Spesifikasi rangka baja pelengkung bentang 60 meter dan lebar samping 7 meter lari, konstruksi jembatan tipe B galvanis dengan berat bersih rangka jembatan yaitu 155 ton dengan umur konstruksi jembatan adalah 50 tahun dapat kami sampaikan bahwa konstruksi ini baru pertama di laksanakan di Papua Barat yaitu di Wondama selama ini yang ada hanya bentuk kotak dan di Wondama kita menggunakan pelengkung tanpa pir tengah,”ujar Hans.

Sementara bupati Teluk Wondama Bernadus A Imburi yang berkesempatan Meresmikan jembatan 9 miliar itu, mengajak masyarakat untuk bersyukur kepada Tuhan sebab kata Imburi pembangunan yang berjalan di Wondama bukan kuat dia sebagai sorang Bupati dan jajaranya tetapi karena campur tangan Tuhan.

“Jembatan kita bangun gunakan anggaran APBD, syukur pada Tuhan karena ini bukan kuat kita manusia atau pemerintah Wondama tetapi ini terjadi atas campur tangan Tuhan,”tutur Imburi.

Selain mengajak amsyarakat mengucap syukur dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pekerja dan kontraktor yang bekerja keras membangun jembatan kali Rowi. kata Imburi, apa yang pemerintah lakukan itu semata-mata demi kebaikan rakat.

“Terima kasih pemilik hak ulayat dan semua yang turut dalam pembanguan jembatan ini saya tidak sebut satu persatu, terima kasih banyak. Dulu kita lewat di kali Rowi harus berhenti dan perlahan menyeberang kali kaki basah motor basah, sekarang tidak lagi ini artinya kita sudah berjalan dari tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain, apa yang pemerintah buat itu demi kebaikan rakyat” ujar Imburi.      

Lanjut dia, akses dari dalam dan luar kota Wasior pasti melewati jembatan kali Rowi oleh sebab itu selaku bupati Wondama dia berharap seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar jembatan dan yang menggunakan jembatan agar jaga dengan baik.

“kita jaga dengan baik jembatan ini ini miliki kita sendiri kita harus rawat. Semua akses lalulinta dari dalam dan luar kota lewat jembatan ini, kita harus jaga  baik jembatan ini, dan jembatan seperti ini baru di bangun di Papua Barat dan kita Wondama yang pertama kali dengan model jembatan rangka baja melengkung,” tutup Imburi.

Peresmian jembatan tersebut, dihadiri oleh ketua DPRD Wondama, Herman Sawasemariai serta jajaran pemerintahan distrik Rasiei dan kampung Uryemi dan Tandia. (SR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here