KEEROM, REPORTASEPAPUA. COM- Bupati Keerom MUH Markum, SH.MH.MM terus mengingatkan kepada seluruh kepala kampung dan aparatnya di Kabupaten Keerom dalam menggunaan dan pengelolaan keuangan kampung harus berjalan baik dan sesuai peraturan perundang- undangan yang berlaku. Jika tidak dilakukan secara baik dan tidak sesuia terjadi dilapangan sangat berbahaya pada diri sendiri.

Hal itu dikatakan Bupati Keerom Markum kepada para kepala kampung yang mengikuti study banding di Kabupaten Bantul, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. “ dengan adanya dana kampung yang cukup besar sehingga diharapkan kepala kampung dapat berhati- hati dalam mengelola keuangan kampung dan mempertanggungjawabkan dengan baik. Jangan dianggap sepele, tetapi dilaksanakan sesuia peraturan perundang- undangan yang berlaku,”beber Bupati.

Untuk itu dana kampung yang dikucurkan baik melalui Daan Desa (DD) dari Pemerintah Pusat, Respek dari Provinsi Papua maupun Alokasi Dana Desa (ADD) dari Kabupaten Keerom benar- benar dilaksanakan sesuia Anggaran Pendapatan Belanja Kampung (APBK) serta petunjuk teknis (Juknis) yang ada. “ diluar dari itu jangan coba- coba melakukan program dan kegiatan, karena pastinya akan menyalahi aturan berlaku dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kalau itu telah dilakukan dengan baik dan benar Kepala Kampung telah bekerja sesuia aturan yang berlaku,”ujar Markum.

Oleh kerana itu dengan adanya dana desa (DD) , Respek dan Alokasi Dana Desa (ADD) dapat benar- benar dipergunakan untuk kepentingan masyarakat di kampung, bukan kepentingan aparatur maupun kepala kampung. Tetapi kepentingan masyarakat kampung. “ sebelum melaksanakan kegiatan dilapangan, terlebih dahulu melakukan rapat dengan Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam), karena Bamuskam merupakan DPR nya Kampung yang mengawasi secara langsung terhadap penggunaan dana kampung. Mari membangun kampung untuk kepentingan masyarakat di kampung dan kemajuan pembangunan kampung,”pungkasnya. (Rhy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here