JAYAWIJAYA, Reportasepapua.com – Bupati Jayawijaya, Menegaskan bahwa hiingga kini Pemerintah Kabupaten Jayawijaya masig menunggu perakitan dan pengoperasional dari pemda provinsi.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat selesai. Kami berkoordinasi dengan provinsi untuk kirim orang agar mencoba running alat itu kalau sudah kita akan operasikan,” kata Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE M.Si saat ditemui di Gedung Wenehule Huby Wamena Sabtu (13/6/2020).

Menurut Bupati Banua, setelah alat PCR ini siap dioperasikan, kedepan Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 Jayawijaya akan melakukan rapid test, dengan sistem tutup satu areal atau kompleks pemukiman warga.

Nantinya PCR ini sengaja disediakan Pemerintah Jayawijaya, untuk kebutuhan pemeriksaan hasil swab yang dilakukan terhadap orang yang selama rapid test berstatus reaktif, sehingga nantinya tidak perlu lagi hasil swab ini dikirim ke Jayapura, karena sudah bisa diperiksa di Wamena.

“Jadi misalnya kita tutup total satu kompleks, lalu warganya dilakukan rapid test, apabila semua non-reaktif berarti daerah itu daerah hijau, lalu pindah lagi ke pemukiman lain, dan kita tidak perlu lagi kirim hasil swab ke Jayapura, karena sudah bisa diperiksa di Wamena,” Tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Wamena dr. Felly Sahureka mengungkapkan, tenaga laboratorium pengoperasian alat PCR ini telah disiapkan, dimana di masing-masing sift atau giliran jaga, nantinya akan diisi tiga hingga empat orang petugas.

Kata dr. Felly, saat ini telah dilakukan pemasangan BSC dengan alatnya yang tadinya untuk TCM atau untuk TB, tetapi sekarang digunakan untuk deteksi corona, yang mana dijadwalkan pada hari Minggu (14/6/2020) akan datang tim dari Labkesda Provinsi Papua, untuk membantu uji coba awal training bagi petugas yang disiapkan, dan juga kesiapan lainnya.

“Dalam sehari dibagi tiga sift, agar semua petugas yang disiapkan dapat menjaga kondisi fisik mereka dalam bekerja di laboratorium, dimaan saat ini juga telah dilakukan pemasangan BSC dengan alatnya yang tadinya untuk TCM atau untuk TB tetapi sekarang digunakan untuk deteksi corona,” Tukasnya.

Dokter Menambahkan, Pihaknya akan melakukan uji coba bagi pasien yang saat ini dikarantina, untuk pengambilan swab, sehingga pihaknya juga berharap, alat ini secepatnya bisa beroperasi, karena alat PCR ini per harinya dapat mengambil 80 sampel swab.(Yanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here