KEEROM, REPORTASEPAPUA. COM- Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Keerom, Drs. Herman Raya mengatakan, ditahun 2017 dan 2018, Bupati Keerom telah mencanangkan Kampung Keluarga Berencana (KB), dengan terbentuknya Kampung KB pihaknya akan terus melakukan pendampingan kepada kampung- kampung KB yang telah dicanamkan.

Banyaknya Kampung KB yang telah dicanamnkan oleh Bupati Keerom diwilayah Kabupaten Keerom berjumlah 29 Kampung KB, yang tersebar di wilayah Distrik yaitu, Distrik Skanto, Distrik Arso Barat, Distrik Manem, Distrik Arso Timur, Distrik Waris, Distrik Senggi dan Distrik Web.

Hal itu diungkapkan Herman Raya kepada Reportase Papua. Com saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (31/10) kemarin. “ jadi Kampung Keluarga Berencana (KB) yang telah dicanamkan oleh Bupati Keerom sebanyak 29 Kampung KB yang tersebar di wilayah Kabupaten Keerom,”ujarnya.

Kata Herman Raya, dengan adanya bantuan operasional keluarga berencana (BOKB) dari Pemerintah Pusat, telah berjalan dan telah mendatangi kampung- kampung KB dengan membentuk fokja kampung KB dengan rumah kampung KB atau rumah data . “ rumah data berfungsi menggali semua potensi yang ada di dalam kampung KB, mulai dari penduduk balita, lansia, remaja dan potensi- potensi yang mendukung dari kampung KB itu sendiri,”tambahnya.

Semua itu akan dipaparkan di dalam rumah data atau rumah kampung KB, sehingga dalam rumah data dapat diketahui setiap permasalahan di kampung. Contohnya, di kampung tersebut jumlah masih ada keluarga yang belum memiliki kartu kelurga (KK), belum memiliki e- KTP, anak- anak yang belum memiliki Akta Kelahiran. “ inilah fungsi dari rumah data, sehingga data yang ditemukan terhadap kader dilapangan dapat ditindaklanjuti oleh Kepala Kampung dan menindanjaluti dinas terkiat seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, kerana masih ada warga yang belum memiliki e- KTP dan lain sebagainya,”bebernya.

Disamping itu, disusunya fokja Kampung KB melalui seksi- seksi seperti seksi keagamaan, lingkungan hidup dan seksi perlindungan. “ fungsi seksi- seksi melihat kondisi yang ada di dalam kampung dengan membuat rencana kerja dan melihat apa yang sering terjadi di kampung itu sendiri,”tutupnya. (Rhy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here