INTAN JAYA, Reportasepapua.com – Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni mengungkapkan satu petugas Gugus Tugas Covid-19 atas nama Eunico Somou, SKM telah gugur saat sedang menjalankan tugas di masa pandemic ini.

“Ini informasinya kejadian terjadi pada sore hari tadi. Namun jam berapa belum jelas, karena mereka perjalanan untuk mengambil obat. Salah satunya adalah Kepala Postu di Wandai. Jadi mereka ini dua – duanya adalah tenaga kesehatan,”terang Bupati Natalis saat dihubungi Bogopapua Jumat malam (22/5/2020).

Kedua korban yakni Almalek Bagau, SKM dan Eunico Somou, SKM masuk dalam SK Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kab. Intan Jaya untuk tingkat kecamatan dalam hal ini di Distrik Wandai.

“Lalu mereka dalam perjalanan dari ibukota Sugapa, Kab. Intan Jaya bawa obat – obatan menuju ke Distrik Wandai lalu terjadilah peristiwa ini. Jam persisnya saya belum tau karena belum konfirmasi. Karena diatas HP-nya mati. Karena berada di luar jangkauan,”terangnya.

Lanjutnya keterbatasan sarana telekomunikasi di Distrik Wandai yang masih harus menggunakan radio, menjadi salah satu kendala pihaknya susah mendapatkan informasi disana. Rencananya besok Sabtu (23/5/2020) Bupati bersama Kapolres Intan Jaya dan Dandim akan bertolak menuju ke Distrik Wandai untuk mengevakuasi jenasah dan satu korban kritis.
“Puji Tuhan kalau korban luka ini dapat bertahan untuk kami jemput masuk bawa ke Nabire untuk opname,”harapnya.

Saat ini kedua korban masih berada di Pastoran Bilai. Diungkap Natalis bahwa target dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bukanlah alat – alat kesehatan. Akan tetapi indikasinya apa, pihaknya belum tau dan masih menggali informasi.

“Kalaupun mereka (penyerang-red) meminta alat kesehatan pasti dikasih. Tetapi kalau sampai dibunuh seperti itu. Saya pikir muatannya bukan untuk merebut alat kesehatan. Tetapi muatan lain,”ungkapnya.

Saat ini pihaknya sedang berusaha membangun komunikasi ke Distrik Wandai karena ada beberapa anggota DPRD dari wilayah Wandai ini sedang masa reses disana. Akan tetapi sayangnya komunikasi terputus dan sangat susah terhubung.

“Saat ini kami usaha terus mengontak mereka dengan menggunakan HP satelit,”akunya.

Disisi lain Bupati Natalis mengungkapkan sebelum akhirnya ditembak, kedua pahlawan medis Covid-19 ini dianiaya terlebih dahulu. “Pelakunya KKB mereka. Tetapi kita belum konfirmasi baik karena ini baru isu di masyarakat saja. Sebab kami belum di TKP. Saat ini kami masih sedang dalam pendalaman kelanjutan kasus ini,”tuturnya.

Sebelumnya Kapolres Intan Jaya Kapolres Intan Jaya, AKBP Yuli Karre Pongbala Mengungkapkan bahwa Distrik Wandai termasuk salah satu dari 5 distrik di Kabupaten Intan Jaya yang belum ada Pos Polisi dan belum ada petugas keamanan disana.

Sementara itu ditempat terpisah dari Jayapura salah seorang rekan korban Alm Elnico Somau SKM, dr Arron Rumainum mengungkapkan sosok almarhum Elnico adalah sosok orang baik.

“Niko Somau orang baik. Pernah bantu saya waktu tidak ada tenaga kesehatan di Puskesmas Sugapa,Paniai (saat itu sebelum pemekaran Distrik Sugapa berada di Kab. Paniai-red) sekitar tahun 2003. Waktu itu Niko masih SPK,”ungkap dr Aoron yang juga Tim Satgas Covid-19 Bidang Kesehatan Provinsi Papua.

Lanjut dr Aoron yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan Provinsi Papua, bahwa Almarhum sebelumnya adalah mantan Kepala Puskesmas Homeyo dan kemudian ditarik ke Dinas Kesehatan Intan Jaya sebagai pengelola program Imunisasi. “Niko termasuk anak asli suku Moni Intan Jaya yang ditarik ke Dinkes untuk dikaderkan menjadi pemimpin masa depan,”ungkapnya. (Redaksi Reportase)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here