Wondama, Reportase Papua.com – Masyarakat Sederawoi, distrik Rasiei Kabupaten teluk Wondama terlihat senang, ketika Tugu pendaratan injil dan Tugu Gereja Tua Jemaat Ebenheizer diresmikan Bupati Teluk Wondama.

Tugu gereja tua sebagai lambang masuknya Injil di wondama tersebut sebelumnya merupakan salah satu lokasi terjadinya tragedi Wasior Berdarah pada tahun 2001 silam.

Bupati Teluk Wondama, Bernadus A imburi yang diundang untuk meresmikan tugu tersebut memberikan apresiasi kepada masyarakat kampong Senderawoi yang telah menunjukan kemandirian dalam membantu pemerintah untuk membangun negeri Wondama. akan tetapi bupati berharap apa yang telah di lakukan oleh masyarakat Senderawoi ini menjadi contoh buat kampung yang lainnya.

“saya berikan apresiasi kepada kampong ini atas kemadiriannnya semangat membangun memajukan kampung ini artinya memajukan kabupaten Teluk Wondama yang kita Cintai ini, saya berharap kedepan tugu yang dibangun ini yaitu kampung Senderawoi lama ini dibersihkan, dan kita juga jangan melihat kebelakang, mari kita lihat kedepan untuk maju berinovasi untuk ekonomi kita sendiri dimana pemerintah akan terus melihat dan akan memperhatikan apa yang sudah dilakukan oleh kampung ini kedepan, “ Tutur Imburi.

Kepala kampung Senderawoi Yohanes Ruben Tambawa Mengatakan impian membangun destinasi wisata religi dan budaya di kampung tersebut tak tunggu anggaran pemerintah, sebab kata dia pembangunan tugu tersebut dari swadaya masyarakat sendiri.

“Kami Ingin jadikan kampung kami ini sebagai kampung Wisata Religi dan budaya sebab dari tempat gereja tua terjadinya tragedy Wasior berdarah saat itu rumah dan tempat ibadah kami di bakar, namun saat ini kami tidak ingin mengungkitnya lagi dan kami ingin bangun tempat ini menjadi tempat wisata sehingga menambah nilai ekonomi untuk kampung kami ini,” ujar Yohanes. (solfi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here