Wondama,reportasepapua.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pemda Wondama menggelar Dialog dengan menghadirkan para tokoh agama, adat , pemuda perempuan dan para kepala-kepala suku.

Bupati Kabupaten Teluk Wondama Bernadus A Imburi, Rabu(11/9) dalam sambutannya mengatakan bahwa kita harus menghapus segala perbedaan dari negeri Peradaban orang papua dan kedepankan ahklak moral-moral pancasila sebab melalui itulah persatuan dan kesatuan bangsa ini diikat erat.

“Didunia ini tidak ada manusia yang hidup sendiri, oleh sebab itu hubungan harmonis dan sifat keselarasan itu harus kita jaga. Kita tidak mampu hidup sendiri-sendiri, sehingga kita harus hidup selaras harmonis dan bermasyarakat, Tegas Bupati.

Imburi juga membeberkan pada kondisi ketegangan Papua yang terjadi sejak Agustus hingga masih hangat di perbincangkan saat ini, bukan berarti Wondama terlihat aman dan kondusif lalu bermasa bodoh terhadap apa yang terjadi tetapi dia selaku orang nomor satu itu beserta jajarannya punya strategi-strategi bagaimana mengamankan Wondama.

“Saya sampaikan kami di Wondama tenang tetapi bukan berarti kami masah bodoh dengan kondisi yang ada tetapi kami punya langkah-langkah strategis yang menciptakan kedaiaman di tanah ini, sebab Wondama ini adalah rumah tempat tinggal kami kami tidak akan ijinkan orang datang bongkar rumah kami apalagi kami sendiri yang bongkar rumah kami itu tidak mungkin sebab kasih dan damai itu indah,” tutur Imburi.

Sementara kepala kantor agama Pemda Wondama W.l Asoloan Samosir S.Th. mengatakan pendidikan moral cinta bangsa perlu di perhatikan serius terhadap generasi penerus bangsa ini, sebab menurut dia jika tidak di perhatikan dengan baik karakter dan moral mental tulang punggung bangsa akan mudah rapuh.

“Pendidikan saat ini yang terjadi kebanyak sudah mengabaikan pendidikan karakter, Murid tak lagi menghargai gurunya itu terjadi, kata Ketua Depag. Menurut dia pendidikan mesti di barengi dengan pendidikan karakter, sebab karakter jika tidak di didik baik maka hancurlah produk-produk bangsa ini. Tumbuhkan iman dan ketagwaan itu sangat penting setiap agama saya yakin mengajarkan norma-norma yang baik hingga dapat membentuk diri kita menjadi baik dan kita harus tekankan kepada anak-anak kita. Kita tumbuhkan saling menghargai supaya anak-anak tidak paham aturan-aturan agama kita masing-masing sehingga kita menjadi contoh bagi sesam kita,” tutur Samosir.

Sementara di tempat yang sama ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Teluk Wondama H. Abudin Ohoimas katakan tak ada perbedaan agama yang membatasi seluruh umat Islam untuk bergandengan tangan demi mewujudkan kemanan di negeri ini. Dia juga menginginkan agar kedepan dialog-dialog suku-suku juga dialog antar umat beragama para tokoh pemuda bisa diselenggarakan di dalam Masjid.

“Kita harus bergandengan tangan, umat beragama sebab dari agama itulah ajaran norma-norma kebaikan kita selaraskan tampa memandang perbedaan. Saya jamin umat Islam akan menbawa kedamaian di Wondama secara tertip. Kami tak menutup diri kedepan jika ada pertemuan-pertemuan seperti ini saya ingin kita selennggarakan dj masjid tak jadi masalah,”tutur Ohoimas.

Adrian Worenggar selaku ketua LMA Bagian Selatan menjamin Wondama tetap kondusif. Tidak ada perpecahan di negeri beradapan ini kata Worenggar.

“Menyikapi kejadin Surabaya, Malang dengan Papua, kami jamin Wondamadan damai, mari kita saling mebggargai adat masing-msing suku rasa hormat harus kita kedepankan. kita hidup dimana saja harus tahu adat. Sebab moyang kita mengajarkan kita berbuat baik agar bisa hidup baik di tanah ini. Kami dari tokoh adat sepakat berbagai suku agama, adat kita pelihara dan jaga bhinekatungggal Ika dengan baik,”tutur Worenggar.

Kapolres Teluk Wondama AKBP Murwoto, SH.S.IK selaku pengayom dan pelindung mengajak masyarakat bergandengan tangan pelihara kedaiaman yang ada, dia juga meminta dukungan dari semua pihak untuk menjaga keamanan. “Kami kepolisian juga akan berupaya untuk terus mengamankan kondisi yang aman ini, sebab ideologi kita adalah Pancasila. Jika ada isu-isu atau laporan-laporan apa saja silahkan laporkan ke anggota kami siap 24 jam jaga Wondama aman. Ingat kita harus saling menghargai dan menghormati,” tandas Murwoto.

Ketua FKUB Wondama Roslina Wamafma katakan kedepan akan di bentuk FKUB tingkat diatrik dan kampung. Dialog tersebut melahirkan kesepakatan dan ikrar seluruh umat beragama, suku, adat para tokoh menandatangani perjanjian menjaga dan melindungi Wondama agar aman. (Solfi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here