JAYAWIJAYA, Reportasepapua.com – Diduga dipengaruhi minuman keras dan ketersinggungan sesama teman, seorang Oknum TNI AD, inisial MH (27) cekcok dan melakukan penganiayaan dengan cara menikam seorang Sopir atas nama Sularso (42) dengan sebuah pisau tepat di bagian dada bawah sebelah kanan yang mengakibatkan korban meninggal dunia saat hendak dilarikan ke RSUD Wamena Kamis (11/6) sekitar pukul 17.30 wit.

Dandim 1702 Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto saat dkonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut, dan menyatakan sejak kejadian tersebut, pelaku Pratu MH langsung menyerahkan diri ke Subden POM Jayawijaya, dan masih dilakukan pemeriksaan, sedangkan dari POM XVII Cenderawasih juga sudah ada atensi, untuk mengirimkan tim penyidik, untuk turun ke Wamena.

“Pelaku kini sudah ditahan di Subden POM Wamena usai menyerahkan diri kemarin setelah menikam korban, kini prosesnya dilakukan disana, sambil menunggu tim penyidik yang datang dari Jayapura,” ungkapnya jumat (12/6) kemarin.

Dandim menjelaskan, awalnya korban Sularso berada di Rumah kos-kosan milik Tukijan di jalan Patimura, kemudian sudah menyiapkan miras jenis Vodka sekitar 3 botol.

Kemudian anggota Zipur ini yang sebelumnya sudah kenal baik saat masuk ke Wamena, usai sekitar pukul 15.00 wit selesai bekerja dihubungi oleh korban sularso, untuk bergabung.

“usai bergabung, dua anggota Zipur yang datang melakukan pesta miras bersama 3 masyarakat sipil termasuk korban, dan pemilik kontrakan, dalam pesta miras itu mungkin ada kata -kata yang memancing ketersinggungan anggota ucapan yang saling menantang,” jelas Candra Dianto

Lanjut Dandim, karena tersinggung, pelaku Pratu MH menunggu diluar kontrakan, lalu korban Sularso juga keluar, dan melakukan pemukulan ke wajah anggota Zipur yang kena dimata pelaku, dan dilerai oleh yang lain, saat itu juga anggota ini mengeluarkan pisau, dan menikam korban dibagian dada korban, korban yang mengalami luka tusukan sempat dilarikan ke Klinik Delima oleh salah seorang anggota Zipur dengan motor atas nama Kopda Willy Setiawan.

“saat dibawah kesana, memang kondisi korban sudah parah, dan dari Klinik Delima tak sanggup untuk mengambil tindakan medis, sehingga dibawah ke RSUD Wamena, namun saat tiba di RSUD Wamena memang korban sudah meninggal dunia diperjalanan,”bebernya

Ia menyatakan pelaku tidak dilakukan penangkapan, tetapi usai melakukan penikaman, pelaku menyerahkan diri ke Subden POM, sementara barang bukti berupa pisau kujang atau senjata khas dari Jawa Barat ini juga sudah ditemukan oleh anggota Subden POM.

Secara terpisah Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen menyatakan kasus penganiayaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia, saat ini sudah ditangani sepenuhnya oleh Subden POM Wamena, latar belakangnya diketahui pelaku dan korban dalam keadaan dipengaruhi miras.

“masalah miras ini memang menjadi pekerjaan rumah bagi kita bersama di Jayawijaya bahwa kita disibukan dengan berbagai upaya penyebaran Covid 19, tetapi juga ada saja kejadian diluar dugaan kita, ini menunjukan jika ancaman virus corona tak berpengaruh pada ganguan kantibmas, artinya kalau ada ancaman virus corona tidak pergi minum, tak beraktifitas diluar waktu yang ditentukan oleh pemerintah,”tutupnya.

Sementara itu dari informasi yang dihimpun dilapangan, pelaku Pratu MH, dan Korban tak hanya melakukan pesta miras bersama, namun juga melakukan permainan judi bersama rekan-rekannya yang lain, sehingga pada saat aktifitas main judi domino itu pelaku melontarkan kata “katanya banyak uang” dan korban menjawab”saya memang punya uang kok” usai ada kata itu pelaku tidak terima dan mengajak korban berkelahi diluar, dan korban juga menuruti permintaan pelaku, dan keluar dari belakang.

Sampai diluar korban menghampiri pelaku yang telah diluar lebih dulu, selanjutnya pelaku tanpa berkata-kata pelaku langsung menikam korban di dada, yang mengakibatkan luka tusuk di bagian tengah dada.(yanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here