Coffe Morning Polres Merauke Bersama Forkopimda, Bersiap Menuju New Normal Ala Papua

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Membicarakan menyangkut sosialisasi pelaksanaan New Normal Relaksasi ala Papua, Kapolres Merauke AKBP Ary Purwanto, Sik mengajak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Merauke dan sejumlah tokoh masyarakat berkumpul dan acara coffe morning.

Coffe morning yang digelar di Aula rastra samara Mapolres Merauke, Kamis (11/6/20), dibuka Kapolres Merauke AKBP Ary Purwanto dengan pemaparan situasi Kamtibmas pada umumnya di Merauke yang tetap aman dan kondusif.

“Angka kriminalitas sebelum dan selama masa Pandemi Covid 19 Kabupaten Merauke menurun, ada beberapa kasus mengalami kenaikan seperti kasus penggelapan dan kasus pengeroyokan,” ungkap Kapolres.

Tentang fase baru kehidupan normal baru di masa pandemic covid-19 yang diistilahkan dengan new normal, masyarakat harus tetap mempedomani, disiplin dan berpegang teguh akan protocol Covid-19.

“Implementasi dari pelaksanaan new normal yaitu biasakan diri dalam menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, hindari kerumunan dan lain sebagainya,” ujar Kapolres.

Dimana perlahan-lahan kehidupan normal yang akan dilaksanakan, semua demi membangkitkan roda perekonomian bangsa dan negara Repulik Indonesia.

Kapolres juga memaparkan upaya–upaya yang telah dibuat Polres Merauke dalam mencegah penyebaran Covid-19, bersinergis dengan TNI, Pemda, Satgas Gugus tugas Covid serta para medis.

“Saya apresiasi kepada semua pihak karena dimasa pandemic Polres Merauke masih dapat membagikan sembako, pembagian BLT bagi para driver, pembagian makanan dari dapur umum, pembagian masker dan kami sudah laksanakan Penyemprotan disinfektan, Sosialisasi dan himbauan kepada warga Merauke, kita siap memasuki new normal,” tutur Kapolres.

Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M.Si dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya, penghargaan serta terima kasih kepada peserta coffe morning, guna membicarakan persiapan Merauke memasuki new normal relaksasi konteks ala Papua.

“Sejak 26 Maret 2020 kita tetapkan Merauke sebagai kejadian luar biasa hingga sekarang, dalam menanggulangi Covid-19 hingga bulan Nopember nantinya akan menelan biaya yang cukup banyak sekitar Rp.110 milyard,” ungkap bupati.

Di kesempatan sama, Ketua DPRD Kabupaten Merauke Ir. Benyamin Latumahina mengungkapkan masalah pemulangan warga Merauke yang ada di luar Kota.

Kata Ketua DPRD, untuk suksesnya memasuki new normal butuh kerja ekstra.

Diantaranya butuh peran serta masyarakat untuk membiasakan hidup dengan protocol kesehatan yang ada,  persiapkan  APD, peralatan dan para medisnya di RSUD Merauke.

Juga disinggung masalah keamanan dengan segera didirikan poskamling dan juknis masuk keluarnya barang dan orang di Pelabuhan dan bandara serta pemberian sanksi kepada warga yang melanggar protocol kesehatan.

dr Nevile Muskita sebagai Plt Kadis Kesehatan dan jubir satgas Covid 19 mengatakan, new normal adalah kesadaran dari masyarakat dalam kesiapan dan ketaatan dalam mematuhi prtokol Kesehatan.

“Kita harus jaga bersama masuknya Covid-19 adalah impor dari luar Merauke, pada kesempatan ini saya sampaikan tadi hasil litbangkes untuk Pasien Covid19 yang positif bertambah 1 orang anak perempuan 3 tahun, sehingga sekarang menjadi 2 orang yang Positif, dari 6 orang yang PDP dinyatakan negative sebanyak 5 orang sehingga tersisa 1 orang,” tuturnya.(redaksi)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,041FansSuka
2,832PengikutMengikuti
17,900PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles