Deklarasi Papua Damai Bersama Gubernur, DPRP, MRP dan Seluruh Tokoh di Papua

0

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Isi Deklarasi adalah, kami warga negara Indonesia di Papua dengan beragam suku agama adat, menyatakan menjaga persatuan dn kesatuan di tanah papua. Hidup berdampingan damai penuh kasih sayang. Sepakat tak terpancing issu. Sepakat menolak aksi separatis. Hadir dan Menandatangani kesepakatan dari berbagai pagubuyan suku yang ada di Papua, Ketua DPR Papua, Ketua MRP, Wakil Gubernur, Tentunya dihadapan Panglima TNI dan Kapolri.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, dirinya terlanjur mencintai Papua, sejak pernah pernah bertugas di provinsi Paling timur Indonesia itu sebagai Kapolda. Bahkan saking cintanya pada Papua, jika terjadi sesuatu seperti beberapa waktu lalu yakni demonstrasi yang berujung anarkis, langsung menyentuh hatinya.

“Saya terlanjur jatuh cinta pada Papua, alamnya orangnya, budayanya, jadi kalau ada kejadian di Papua selalu menyentuh, karena saya sudah anggap Papua sebagai kampung halamanan kedua,”ujar Kapolri saat memberikan sambutan pada Deklarasi kesepakatan bersama dalam rangka menjaga Papua Tanah Damai di Hotel Swiss Bell Jayapura, Kamis 5 September malam.

Menurut Jenderal bintang 4 itu, Papua sangat berkesan bagi dirinya, karena selain keindahan alamnya, juga keberagaman suku yang ada di Bumi Cenderawasih. “Seperti bapak Gubernur Papua selalu katakan, Papua itu miniatur Indonesia karena hampir semua suku, agama dan ras ada hidup damai, sehingga selalu berkesan bagi saya,”ujar Kapolri.

Jadi, lanjut Kapolri, peristiwa anarkis yang terjadi, yang menimbulkan kerusakan, sangat diluar kebiasaan. “Insiden yang terjadi rasa luar biasa dan diluar kebiasaan,”ujar Kapolri.

Kejadian anarkis itu sangat mengganggu dan mengusik kehidupan damai masyarakat Papua yang sedang giat membangun. “Peristiwa yang terjadi Ini berkaitan dengan stabilitas keamanan dan ketertiban makanya Polri bersama TNI hadir, kami terpanggil untuk kembalikan situasi keamanan di Papua. Jauh lebih penting stabilitasnya.

Ia mengatakan, konflik disuatu daerah hanya membawa masyarakatnya dalam penderitaan dan kesengsaraan. “Kita lihat Afganistan, Irak hanya ada 6-7 suku disana yang ada konflik, karena tidak mampu membuat harmonisasi. Papua alamnya yang indah dengan gunung-gunung yang tinggi sengan ratusan suku bisa hidup damai karena manuasianya penuh kasih,”kata Kapolri.

Kapolri menyatakan, bangsa ini sudah mengalami pahit dan getirnya konflik bernuansa agama, yakni di Ambon dan Poso, sehingga hal yang sama tidak boleh terulang kembali. “Kita sudah alami pahitnya konflik di Ambon dan Poso. Belajar dari pengalaman konflik di negara lain, kita tidak ingin ada gangguan keamanan di Papua sehingga tindakan cepat, kembalikan situasi dengan tambah personil. Sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat, bahwa negara hadir dengan jaminan keamanan,”kata Kapolri.

Ia mengungkapkan dalam beberapa hari ini situasi Papua dan Papua Barat relatif sudah aman.“Terima kasih kepada Tokoh agama dan Tokoh masyarakat serta kepala daerah yang telah berkontribusi untuk jaga keamanan. Tapi kami akan terus amati dan monitor.

Dia berharap semua persoalan yang terjadi bisa kembali diselesaikan, jika ada harmonisasi. ”Papua beragam suku dan agama itulah kekayaan kita. Ada sekian juta masyarakat Kita di Papua mari kita saling menjaga. Mari kita jaga stabilitas itulah modal paling penting bagi Papua. Sebab program yang jalan tidak akan berhasil tanpa ada stabilitas keamanan. Mari kita jaga dancinta damai. Sebagai dikatakan . Penginjil pertama di Tanah Papua yakni Otto dan Geisler mengatakan Tanah Papua adalah tanah yang diberkati,”ungkap Kapolri.

Hadir Gubernur Papua Lukas Enembe dan Wakilnya Klemen Tinal serta sejumlah bupati, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen Yosua P Sembiring, Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja serta tokoh agama dan tokoh masyarakat serta perwakilan pagubuyan suku yang ada di Papua.

Sementara Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengakui keindahan Papua, sehingga mengharapkan jangan ada lagi konflik. “Bukan saja alamnya yang indah tapi juga keberagaman suku dan agama yang ada dan hidup berdampingan dengan damai, sungguh sangat elok,”kata Panglima.

Deklarasi ini untuk menjaga persatian dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia. “Deklarasi ini kesepakatan sebagai anak bangsa, bahwa kita aadalj satu keluarga Indonesia dan didalamnya berbagai suku agama ras, itulah keaneka ragam yang menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia. Perbedaan adalah untuk saling melengkapi, inilah anugrah untuk membangun negeri tercinta.Dan semua itu bisa terlaksana jika stabilitas keamanan terjaga.

“Semua bisa kita lakukan, apabila kita bersatu jaga stabilitas, mari kita jaga bhineka tunggal ika. Hari ini deklarasi untuk jaga persatuan dan kesatuan,”tandas Panglima TNI.

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, bahwa tindakan anarkis sangat merugikan maayarakat Papua. “Jangan lagi terulang aksi anarkis, mari jaga kedamaian Papua miniatur Indonesia ini,”ucapnya. (REDAKSI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here