Di Sentani, Bocah 10 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Angkatnya

0
261

SENTANI, Reportasepapua.com – Penangkapan pelaku penganiayaan berat terhadap anak dibawah umur yang mengakibatkan korban meninggal dunia oleh Opsnal Cycloop di Kampung Kehiran 1 Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Jumat (07/02) sore.

Penangkapan pelaku penganiayaan berat berinisial DW (28) yang mengakibatkan korban yang juga anak angkatnya TK (10) meninggal dunia oleh tim opsnal Cycloop Polres Jayapura yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Henrikus Yossi Hendrata, SH., S.IK di kampung kehiran 1 Distrik Waibu Kabupaten Jayapura.

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH,. S.IK., MH., M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Henrikus Yossi Hendrata, SH., S.IK saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku penganiayaan berat yang mengakibatkan TK (10) yang juga anak angkatnya meninggal dunia.

“berdasarkan laporan polisi yang dibuat Salomina Sokoy (26) yang juga istri pelaku pagi tadi, kami melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku berinisial DW (28), berselang dari 12 jam setelah kejadian penganiayaan berat tersebut terjadi, pelaku berhasil kami tangkap di Kehiran 1, saat sedang mengendarai motor kaisar (motor roda tiga)” jelasnya.

Lanjut AKP Henrikus, menurut keterangan pelapor Salomina Sokoy (26) kejadian penganiayaan ini terjadi pada pukul 05.00 Wit dini hari tadi Jumat 07/02, dimana pelaku DW (28) yang pulang ke rumahnya di kehiran 1 dalam keadaan mabuk (pengaruh minuman keras), saat tiba dirumah, pelaku menendang pintu kemudian masuk, awalnya pelaku memukul pelapor yang juga istrinya sendiri, namun pelapor berhasil lari keluar rumah, naas disaat itu pelaku melihat korban TK (10) dan langsung memukuli korban dibagian kepala dan tangan dengan menggunakan kayu hingga mengakibatkan tangan sebelah kanan korban patah.

Korban TK (10) meninggal dunia saat sudah berada di RS. Yowari siang tadi selang 5 jam setelah kejadian, korban merupakan anak dari kakak kandung pelapor Lince Sokoy (Alm), namun karena kakak pelapor sudah meninggal, sebelumnya korban sempat dipelihara oleh kakek dan neneknya di Kampung Bambar, namun setelah Kakek dan neneknya meninggal pada tahun 2019 lalu, korban TK (10) diangkat/dipelihara oleh pelapor Salomina Sokoy (26) bersama suaminya yang juga pelaku DW (28), sedangkan ayah korban diketahui saat ini berada di Kab. Nabire.

Menurut pengakuan dari pelapor memang sering pelaku marah karena tidak menginginkan korban tinggal bersama mereka, dimana pelaku sering memarahi korban disaat mabuk. Pelaku DW (28) saat ini sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Jayapura untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku kami jerat dengan undang – undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 20 Tahun penjara. (yurie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here