JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM РRamai dibicarakan oleh berbagai pihak dan juga masyarakat (netizen) di media sosial (Medsos) seperti Facebook (Fb) terkait kinerja Pemerintah Kabupaten Jayapura yang dinilai lamban dalam menangani pemukiman penduduk dalam penanganan  kerusakan maupun pemukiman penduduk yang belum dibersihkan dari sisa material akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu itu, mendapat tanggapan langsung oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw.

“Karena selama 14 hari itu masih masuk dalam tanggap darurat. Jadi kita masih punya waktu tiga (3) hari lagi, apakah status tanggap darurat ini kita perpanjang atau kita masuk pada tahap transisi (perbaikan). Itulah yang sedang kita lihat berdasarkan situasi yang terjadi saat ini. Memang kita berusaha untuk memaksimalkan berbagai hal di masa tanggap darurat, itu penting meskipun banyak pihak yang bicara begini begitu. Tapi, kita harus bekerja sesuai dengan ketentuan yang ada,” jelas Mathius Awoitauw dengan nada tegas.

Tentunya, kata Mathius, dalam masa tanggap darurat saat ini pasti tidak ada yang sempurna.

“Namanya saja tanggap darurat ya pasti tidak ada yang sempurna. Oleh karena itu, saya minta kepada warga untuk bersabar karena kami pasti akan melakukan perbaikan dan pembersihan di pemukiman warga,” mintanya.

Mathius juga mengakui, banyak komentar warga tentang pelayanan pemerintah namun itu tidak menyurutkan niat dan kemauan pihaknya juga tim dalam memperbaiki dampak banjir.

“Karena ini juga tahun politik jadi banyak juga yang menggunakan momen ini untuk mencari empati tapi saya simak juga ada komentar yang saya rasa bagus untuk terus menyemangati kita semua untuk bangkit dari keterpurukan ini dan semua saya apresiasi,” urainya.

Pemerintah juga terus melakukan rapat darurat guna mengevaluasi kekurangan dalam pelayanan serta meminta kepada semua tim yang bekerja untuk melakukan pendataan supaya menghasilkan data yang betul-betul akurat dan mampu dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, seluruh warga terutama pihak korban merasakan sentuhan bantuan dan juga perhatian dari pemerintah melalui tim.

Sementara itu ditempat yang sama, Kapolres Jayapura selaku Ketua Tim Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si., menjelaskan bahwa dalam kurun waktu empat belas (14) hari ini pihaknya fokus pada pencarian korban yang masih dinyatakan hilang dan juga kepada para korban yang berada di tempat pengungsian.

“Sedangkan untuk jalur-jalur kita bekerja berdasarkan skala dimana saat penanganan darurat ini kita utamakan jalur utama (protokol) dan jalan lingkungan. Nantinya setelah semua itu selesai baru kita lakukan pembersihan pemukiman warga,” katanya.

Dirinya menerangkan, tim yang sudah terbentuk tentunya akan melakukan pembersihan pemukiman warga.

“Jadi, kita bukan tidak mau membersihkan pemukiman. Tapi, kita juga mau mengajak warga untuk bangkit dari keterpurukan atas bencana banjir ini. Karena saat ini, kita masih bekerja berdasarkan prioritas. Selanjutnya setelah 14 hari atau selesai tanggap darurat baru kita melakukan tahap berikutnya yaitu, pemulihan terhadap jalur-jalur yang dimukimi warga,” bebernya.

“Intinya disini kita bekerja sesuai dengan skala prioritas, maka itu saya berharap agar masyarakat dapat memahami kondisi yang dihadapi oleh kita semua dengan bersabar dan berdoa agar semua segera pulih kembali,” harap Kapolres Victor menutup wawancaranya. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here