Dinas Pendidikan Minta Anak Sekolah Korban Kerusuhan Diterima dimanapun Mendaftar

0
62
Dinas Pendidikan Provinsi Papua telah menurunkan tim ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya untuk melakukan pendataan sekaligus mengecek langsung kerusakan fasilitas pendidikan akibat kerusuhan yang terjadi pada daerah tersebut pada, Senin, 23 September 2019. (foto /berti)

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Dinas Pendidikan Provinsi Papua telah menurunkan tim ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya untuk melakukan pendataan sekaligus mengecek langsung kerusakan fasilitas pendidikan akibat kerusuhan yang terjadi pada daerah tersebut pada, Senin, 23 September 2019.

Kepala Dinas Pendikan Provinsi Papua, Elias Wonda mengaku, tim yang diturunkan ke Wamena meninjau langsung aktivitas pendidikan di daerah tersebut. “Mereka akan mengecek langsung sekolah mana yang rusak, sekaligus mendata siswa dan guru,” Tutur Elias Wonda.

Namun aktivitas, kata Elias Wonda aktivitas pendidikan di Wamena saat ini sudah mulai berjalan. Walaupun sebagian guru pasca kerusuhan memilih mengungsi, tetapi akan kembali setelah kondisi di Wamena kembali kondusif. “Kemarin dari penyataan teman-teman guru dari Wamena, hari ini sudah masuk ke sekolah, sudah mulai ada kegiatan,” jelasnya.

Menurutnya, guru yang mengusng ini karena trauma melihat kerusuhan yang terjadi. Sehingga membutuhkan pemulihan, setelah itu akan kembali ke Wamena. “Cepat atau lambat mereka pasti kembali ke Wamena. Anak-anak sekolah korban kerusuhan yang mengunggsi, Pemerintah memutuskan memberikan kemudahan agar sekolah menerima anak-anak tersebut. Harus masuk sekolah dan sudah ada laporan ke Kementerian Pendidikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya mencatat pasca-kerusuhan yang terjadi pada Senin, 23 September 2019 ada 248 dari 446 guru di Wamena hingga kini masih mengungsi ke tempat lain. Hingga saat ini Total 16.000 Warga yang Turun ke Jayapura. (BERTI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here