DPD Demokrat Papua Kembali Bantu 5 Ton Beras untuk Masyarakat di Pos 7 Sentani

0
7
Wakil Ketua DPD Demokrat Papua, DR. Yunus Wonda,MH, MH saat memberikan bantuan beras 2 ton di Panti Jompo Dinsos Provinsi Papua di Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (13/6).(Foto/Tiara)
Wakil Ketua DPD Demokrat Papua, DR. Yunus Wonda,MH, MH saat memberikan bantuan beras 2 ton di Panti Jompo Dinsos Provinsi Papua di Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (13/6).(Foto/Tiara)

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Papua kembali menyalurkan bantuan sosial ke masyarakat.

Kali ini bantuan yang diberikan DPD Demokrat Papua berupa beras 5 ton.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Papua DR.Yunus Wonda,SH MH di lima titik yang ada di wilayah Pos 7 Kota Sentani Kabupaten Jayapura, Sabtu (13/6).

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Papua Dr Yunus Wonda,MH usai menyerahkan bantuan di lima titik itu mengatakan, aksi ini merupakan lanjutan pemberian bantuan yang sebelumnya pihaknya sudah lakukan beberapa hari lalu di sejumlah tempat.

Pada kesempatan hari ini kata Yunus Wonda, pihaknya kembali memberikan bantuan tersebut ke masyarakat Rawa Pos 7 dan di Asrama Water Pos, Gereja Jemaat Eklesia Kingmi, Gereja GKI Solafide Kampung Sereh serta Panti Jompo Dinsos Papua.

“Ini merupakan kegiatan lanjutan dari DPD Demokrat Papua di tengah pandemi covid-19,” kata Yunus Wonda kepada wartawan usai menyerahkan bantuan di Panti Jompo Pos 7 Sentani, Sabtu (13/6).

Dikatakan, aksi ini merupakan bentuk kepedulian Partai Demokrat Papua kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan di tengah pandemi covid-19.

Namun Politikus Partai Demokrat itu berharap, apa yang diberikan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat di tengah pandemi.

Walaupun lanjut Yunus Wonda, bantuan yang pihaknya berikan ini tidak seberapa.

“Jangan dilihat dari jumlahnya, tapi apa yang kami berikan hari ini tulus dari hati kami untuk membantu masyarakat di tengah pandemi covid-19,” ungkapnya.

Yunus Wonda yang juga merupakan Wakil Ketua I DPR Papua ini menambahkan, masyarakat juga harus mematuhi protokoler kesehatan yang telah dibuat pemerintah yakni dengan menggunakan masker, cuci tangan dan jauhi kerumunan. Sebab, hingga saat ini tidak ada seorang pun di dunia yang bisa tahu kapan covid-19 berakhir, khususnya di Papua.

“Saya melihat sekarang masyarakat menganggap covid-19 sudah tidak ada. Ini bahaya sekali. Padahal grafik jumlah penderita (Covid-19) di Papua semakin meningkat. Untuk itu masyarakat Papua harus tetap waspada dan patuhi segala peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah,” tandasnya.(tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here