JAYAPURA, Reportasepapua.com -Munculnya Wabah virus corona atau covid-19 dipertengahan bumi membuat seluruh dunia ketakutan dan publik pun dibuat panik dan takut.

Bahkan semua orang mengisolasikan diri, dan menjaga jarak selain itu juga semua aktivitas kantor harus di kerjakan di rumah untuk sementara.

Dampak dari itu perekonomian dunia terganggu dan kegiatan masyarakat juga jadi terhambat, ini fakta sebab perekonimian kita juga ikut melemah.

Untuk itu, dalam upaya membantu Pemprov Papua menerapkan Social Distance atau pembatasan sosial dalam pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19, Anggota DPR Papua, Petrus Pigai meminta seluruh masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah.

Menurutnya, apa yang sudah diterapkan pemerintah merupakan hal yang baik bagi kita semua. Sehingga semua dapat terhindar dari virus yang mematikan itu.

Hanya saja kata Anggota Komisi II DPR Papua bidang Perekonomian ini, dengan diperpanjangnya pembatasan wilayah atau Lokcdown ini, akan mempengaruhi kebutuhan masyarakat dalam hal ini sembilan bahan pokok atau bapok.

“Seperti tiga hari lalu kami turun lakukan sidak di Pasar Sentral Hamadi Jayapura, sudah ada sejumlah bahan pokok sudah ada yang kurang bahkan ada yang sudah kosong sama sekali, sehingga itu mempengaruhi harga barang yang kini semakin naik,” kata Petrus Pigai kepada Reportase Papua, Jumat (10/4).

Untuk itu kata Petrus, Pemprov sudah harus siapkan diri mensuplai bahan pangan dari Jakarta atau dari Jawa dan Makassar ke Jayapura, sehingga masyarakat tidak kekurangan dalam mencari sembilan bahan pokok.

“Saya pikir kita sudah minta dengan tegas para pengecer dan distributor untuk tidak menaikan harga bapok dengan sesuka hatinya ditengah pendemi covid-19 ini,” tandasnya.

Namun Politisi Partai Amanat Nasional ini pun mewanti-wanti jika sembilan bahan pokok mulai berkurang di pasaran, sehingha tidak menutup kemungkinan harga bapok akan melonjak naik.

“Para pedagang ini mereka akan bermain untuk memanipulasi harga, jika hal ini tidak secepatnya diantisplipasi,” tekannya.

Untuk mengantisipasi itu, kata Petrus Pigai, pemerintah juga harus mengambil bagian untuk secepatnya mendatangkan sembilan bahan pokok itu ke Papua.

Bahkan kata Petrus, dalam situasi seperti ini, pedagang jangan memanfaatkan situasi dengan menaikan harga bapok seenaknya.

“Tidak boleh mengambil keuntungan dibalik ketidak mampuan masyarakat kecil, apalagi masyarakat ekonomi lemah. Ini musibah Internasional semua orang merasakan dampak dari pandemi covid-19 ini. Bersama Tim Satgas Pangan, kita tetap akan mengawasi para pedagang nakal itu. Jika ditemukan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Petrus Pigai. (Tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here