Aloysius Giyai : Jangan Hanya Konsentrasi ke PON Tapi Abaikan Pelayanan Rutin Kesehatan

Jayapura, reportasepapua.com – Kepala Dinas Kesehatan Papua, Aloysius Giyai mengatakan, jika pihaknya telah melakukan rapat tertutup bersama Komisi V DPR Papua untuk membicarakan berbagai hal penting.

“Dalam rapat itu, kami bicara terkait RSUD Dok II dan Kesehatan. Hanya Komisi V lebih pada meminta pemisahan antara pagu anggaran, dan antara pelayanan rutin kesehatan masyarakat dengan pesiapan untuk PON. Jangan sampai kita konsentrasi pada PON tapi kita mengabaikan pelayanan rutin kesehatan masyarakat,” kata Aloysius Giyai kepada Wartawan usai rapat bersama Komisi V DPR Papua di Ruang Banggar DPR Papua, Selasa (22/10/19).

Namun kata Aloysius, Komisi V bidang kesehatan mengapresiasi, karena tidak ada masalah kesehatan yang menonjol dan resposn emergency Dinkes. Misalnya saat terjadi insiden di Jayapura dan Wamena.

“Kalau kami, meski tidak diperintahkan kami akan laksanakan. Satu hal lagi itu kami bahas mengenai wilayah intergrasi KPS dan BPJS. Jadi semua komisi V menghendaki KPS tidak boleh dihilangkan karena masih banyak masyarakat asli Papua tidak memiliki kartu kepesertaan BPJS,” jelasnya.

Bahkan, kata Aloysius Giyai, pihaknya juga menyampaikan jika integrasi KPS dan BPJS tetap dilaksanakan tapi jaminan kesehatan untuk OAP tidak bisa dihilangkan begitu saja. Tapi itu akan dilakukan bertahap.

“Jadi tdak bisa langsung. Karena Papua tidak bisa disamakan dengan daerah lain soalnya masih banyak masyarakat Papua di gunung, di pantai, di pesisir, dan di kepulauan belum memiliki E-KTP,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Aloysius, Dinkes Papua juga menyampaikan mengenai master plan RSUD Dok II baru, dan Komisi V mendukung penuh. Dinkes Papua diminta presentasikan dalam lingkup lebih luas.

“Dalam rapat, tadi juga kami sampaikan mengenai tinggal selangkah lagi Papua capai imunisasi PIN Polio 95 persen. Sekarang masih 93 persen. Tapi mayoritasnya belum lakukan PIN Polio di Nduga. Sehingga Nduga masih di bawah 20 persen. Ini mempengaruhi akumulasi secara keseluruhan. Kalau Nduga bisa naik bisa capai 100 persen,” imbuhnya.

DPR Papua Minta Semua Pihak Dukung Pembenahan RSUD Jayapura dan RSJ

Laporan : TIARA

Ketua Komisi V DPR Papua, Jack Kamasan Komboy meminta semua pihak mendukung pembenahan RSUD Jayapura dan RS Jiwa Abepura.

“Yang perlu dilihat RSJ, karena RSJ kini mereka sedang mengejar akreditasi. Apa yang diusulkan mereka untuk naik dari tipe C naik ke tipe B. Jadi itu yang mungkin menjadi fokus kita dan mesti diperhatikan. Selain itu juga ada RSUD Jayapura, yang hari ini dipegang oleh Plt, Aloysius Giyai, yang kini punya perencanaan, yang menurut kami itu sangat baik,” kata Jack Komboy kepada Wartawan usai melakukan rapat dengan mitra komisinya di ruang Banggar DPR Papua, Selasa (22/10/19).

Lanjut dikatakan, salah satunya pergantian nama RSUD Jayapura menjadi RS Dokter UI karena beliau lama bertugas di RSUD dan banyak berbuat dan ketika zaman itu, RSUD Jayapura menjadi yang terbaik.

“Tentunya dengan perubahan-perubahan yang dibuat dan ada semacam satu skema atau perencanaan yang direncanakan oleh beliau selama 4 tahun untuk membangun satu rumah sakit yang berstandart internasional yang akan berdiri di Jayapura dan mungkin juga jadi rumah sakit terbaik bahkan di Pasific. Menurut kita itu patut diapresiasi dan nama ini juga bagian dari menuju akreditasi ke tipe A. Saya rasa ini patut di dukung oleh semua pihak,” tandas Jack Komboy mantan pemain sepak bola Persipura itu.

Politisi Partai Hanura ini menekankan, jangan hanya PON dan Stadion Papua Bangkit yang menjadi icon, tapi setidaknya ada hal lain yang diresmikan gubernur dan wakil gubernur sebelum masa jabatannya itu selesai.

Menurutnya, apa yang sudah di paparkan oleh pak Aloysius Giyai ini sangat luar biasa, sebab akan ada rumah sakit yang bertaraf internasional ada di Papua, bahkan di Pasific.

“Jadi itu hal-hal yang kami lihat cukup berkembang dan akan dikerjakan dalam empat tahap dan akan selesai pada 2023. Jadi kami menganggap bahw Ini sesuatu yang luar biasa. Sehingga anggaran yang dibutuhkan dalam empat tahun sekitar Rp 1,4 triliun lebih. Itu sudah semua. Baik rusun dan lainya,”

Namun Jack Komboy kembali menegaskan, bahwa icon itu, bukan hanya Papua Bangkit tapi RSUD Jayapura ini juga akan menjadi icon di Provinsi Papua.(Tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here