DPR Papua Pastikan Mahasiswa Papua di Amerika Tak Ada Masalah

1
159

JAYAPURA,REPORTASEPAPUA.COM – Nasib Para Mahasiswa asal Papua yang tengah kuliah di Amerika Serikat, dipastikan tak ada masalah lagi, Hal itu ditegaskan oleh Ketua DPR Papua, DR Yunus Wonda kepada sejumlah Wartawan di DPR Papua, Rabu (9/1/19).

“Saya sudah cek, dan itu sudah dibayarkan semua,” ungkap Yunus Wonda, Rabu (9/1/19).

Namun diakui, memang sempat terkendala saat menstransfer biaya pendidikan bagi mahasiswa Papua di luar negeri itu, lantaran itu sudah masuk hari libur yakni Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, sehingga Baq
nk tutup.

“Ya, sempat akhir tahun terkendala libur Natal dan Tahun Baru. Tanggal 30 Desember, jika tak salah itu proses pencairan. Begitu masuk tanggal 7 – 8 Januari, semua jalan,” ujarnya.

Untuk itu, dengan tegas legislator Papua ini meminta kepada semua orang tua mahasiswa yang kuliah di luar negeri, agar tidak langsung mendengar masalah, kemudian langsung merespon dengan mengeluarkan statemen yang belum jelas.

“Mestinya, harus datang ke dinas terkait yang menangani pengiriman mahasiswa Papua ke luar negeri itu, yakni Biro Otsus untuk menanyakannya, langsung hal itu supaya tidak jadi polemik dan kegaduhan seakan-akan menyalahkan pemerintah. Saya pikir tidak boleh seperti itu tadi,” tegasnya.

Yunus Wonda juga meminta, kedepan ketika terjadi permasalahan biaya bagi mahasiswa Papua di luar negeri itu, maka harus diklarifikasi ke Biro Otsus untuk mendapatkan penjelasan.

“Jadi, kedepannya orang tua harus koordinasi dengan Biro Otsus langsung untuk mengecek terkait permasalahan anak-anak mereka di luar negeri,” tandasnya.

Bahkan kata Yunus Wonda,mestinya harus bersyukur di dalam kepemimpinan Gubernur Papua, Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal yang sangat fokus untuk pendidikan anak-anak Papua.

Dimana sebelumnya, sebuah akun facebook memuat surat salah satu orangtua mahasiswa Papua di Amerika, kepada Ketua DPR Papua, Yunus Wonda. Orangtua itu melaporkan jika sampai pekan kedua Januari 2019 Pemprov Papua tidak memenuhi kewajibannya, ketujuh mahasiswa Papua, yaitu Yvette Helene Papare, Lucia Deda, Kezia Nunaki, Ade Olua, Evelien Hamadi, Julio Kbarek, dan Prishella Pandori akan dideportasi pemerintah Amerika Serikat.

“Saat ini mereka dalam keadaan cemas dan gusar. Mereka berencana untuk berjuang pergi menjumpai pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington, D.C, untuk mengajukan pengaduan dan berupaya mencari solusi tentang permasalahan sulit yang sedang mereka hadapi ini,” kata salah satu orang tua, Yves Pierre Papare.(TIARA)

1 KOMENTAR

  1. Great – I should definitely pronounce, impressed with your web site. I had no trouble navigating through all the tabs as well as related info ended up being truly easy to do to access. I recently found what I hoped for before you know it at all. Quite unusual. Is likely to appreciate it for those who add forums or anything, website theme . a tones way for your client to communicate. Excellent task..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here