DPRD Kabupaten Jayapura Tolak Pembentukan Pansus Covid-19, Ini Alasannya

0
1
Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Klemens Hamo, S.IP
Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Klemens Hamo, S.IP

SENTANI, Reportasepapua.com – Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Klemens Hamo, S.IP, membenarkan jika ada tiga dari lima fraksi yang menolak pembentukan panitia khusus (Pansus) Penanganan Covid-19 (Coronavirus). Yakni, Fraksi NasDem, Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Gerindra.

Namun, menurut politisi Partai NasDem ini, pembentukan Pansus Covid-19 yang ditolak oleh DPRD Kabupaten Jayapura itu tidak perlu dibesar-besarkan. “Terhadap hal itu ada beberapa alasan yang mendasarinya, bahwa di Kabupaten Jayapura telah terbentuk Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Covid-19 yang diketuai langsung oleh Bupati Jayapura,” kata Klemens Hamo, dalam rilis pers yang dikirim ke wartawan media online ini via pesan WhattsApp (WA), Sabtu (20/6/2020) malam.

Dalam Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jayapura yang telah dibentuk, DPRD tidak diikutsertakan dala tim. Baik secara kelembagaan maupun individu. “Hal ini dimaksudkan agar DPRD tetap dilaksanakan fungsinya (pengawasan politik) secara baik,” ujarnya.

Fungsi pengawasan yang dimaksud, kata Klemens Hamo, DPRD tetap menggelar hearing dengan Pekab Jayapura maupun OPD yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

“Beberapa waktu lalu DPRD Kabupaten Jayapura juga menggelar hearing dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Covid-19 yang dihadiri langsung oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19,” terang Klemens Hamo.

DPRD juga, kata dia, pekan depan ini juga akan menggelar hearing dengan OPD yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

Sebelumnya, kata Klemens Hamo, pada bulan Maret 2020 lalu telah ditawarkan pembentukan Panitia Kerja (Panja), yakni Panja Pengawasan. Tapi, tidak di respon dengan berbagai alasan, sehingga baru sekarang diinta untuk pembentukan Pansus Penanganan Covid-19 oleh DPRD. Namun, pria yang juga pengurus DPD Partai NasDem Kabupaten Jayapura menuturkan, pembentukan pansus belum dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Jayapura.

”Saya pikir (Pansus) ini belum terlalu perlu untuk dibentuk,” tuturnya dengan singkat.

Terkait dengan peningkatan status Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat Penanganan Covid-19 oleh Pemkab Jayapura, Klemens Hamo meminta, agar semua masyarakat di Kabupaten Jayapura ini untuk tidak panik mengenai peningkatan status tersebut.

“Kita jangan langsung panik melihat kenaikan angka positif pasien terpapar Covid-19. Sebaiknya kita harus melihat beberapa hal berikut. Yakni, kita mesti pahami bahwa peningkatan angka pasien positif yang terpapar Covid-19, membuktikan bahwa Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Covid-19 sedang gencar melakukan tugas mereka. Jika mereka tidak bekerja, maka tidak mungkin ada peningkatan angka kasus positif Corona,” pintanya.

“Disamping itu, kita harus bersyukur bahwa dengan kerja keras mereka terjadi peningkatan angka kesembuhan, dan pergerakan angka kematian yang saat ini yang bisa kita lihat langsung dari data Covid-19 Kabupaten Jayapura,” sambungnya.

Untuk itu, dirinya berharap, mari kita satukan hati, dan pemikiran kita untuk memberi dukungan terhadap Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Jayapura, agar mereka lebih sungguh-sungguh menjalankan tugas kemanusiaan ini.

“Kita juga berdoa bagi mereka agar tetap sehat dala bekerja menyelamatkan kita semua dari pandemi ini,” harapnya.

Klemens Hamo mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura agar tetap tenang dan tidak panik, termasuk provokasi dengan isu-isu yang menyesatkan.

“Mari kita beri dukungan bagi pemerintah dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura dengan turut berpartisipasi menjalankan protokol kesehatan secara bertanggung jawab (kitorang baku jaga, sa jaga ko dan ko jaga sa),” imbuhnya.(Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here