Dua Orang Pemilik 7 peket Ganja Siap Edar dibekuk Sat Resnarkoba Polres Wondama

0
250

Wondama, Reportase Papua.com – Dua orang Remaja BNM dan MK, asal kampung Wasior II distrik Wasior Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, di bekuk Satres Narkoba Polres Teluk Wondama, akibat di duga telah menjadi perantara sekaligus pengedar, narkotika jenis ganja. Padahal BNM dan MK masih berusia belia yang harusnya masih duduk di bangku pendidikan SMA.

Ketika mendapat informasi transaksi peredaran Ganja tepatnya di kapung Wasior II, anggota Satres Narkoba Polres Wondama kemudian melakukan penggeledahan di rumah tempat transaksi ganja berlangsung.

Dari hasil penggeledahan tersebut, anggota Satres Narkoba temukan, 7 paket ganja siap edar, dengan berat total 2,7 gram, milik BNM dan MK. Penggeledahan tersebut di lakukan oleh Satres Narkoba Wondama pada 22 Februari 2021.

Dijelaskan  Kapolres Wondama, AKBP Yohanes Agustiandaru, SH.S.IK.MH pada acara Jumpa pers terkait ungkapan kasus Narkoba tersebut, di ruang media center Polres Wondama Isei, Jumat, (16/4).

Dijelaskan Agustiandaru, Kronologis penangkapan  BNM dan MK berawal dari informasi yang di dapat oleh anggota Satres Narkoba, kemudian di tindak lanjuti ke Tempat kejadian Perkara (TKP). Saat polsisi bergerak ke TKP di salah satu rumah tepatnya di kampung Wasior II distrik Wasior.

Lanjut kata Agustiandaru, setibanyak anggota polisi di TKP, dan melakukan penggeledahan, awalnnya dari tangan BNM ditemukan 4 paket ganja  kecil tepat dalam saku celana BNM siap edar.

Kemudian, lanjut penggeledahan, sementara 3 orang rekan BNM sedang tertidur termasuk MK. Polisi berhasil menemukan 1 tas gendong warna biru tua merek nike milik MK dan ternyata berisi 1 paket ganja kering dan uang sebesar Rp. 1.300.000 rupiah. Uang tersebut di duga hasil penjualan ganja. Penggeledahan terus di lakukan.

“Anggota mendapat Informasi ada transaksi jual beli ganja, kemudian di tindak lanjuti ke TKP di Kampung Wasior II, distrik Wasior. Pada hari Senin tanggal 22 Februai 2021. Ditemukan dalam saku celana BNM ganja kering siap edar, sebanyak 4 paket kecil. Dari tangan MK pemilik tas gendong warna biru tua 1 paket ganja. Anggota terus melakukan penggeledahan dan ditemukan lagi 2 paket ganja kering milik saudara BNM yang akan di perjual belikan beserta uang tunia Rp. 1.300.000 rupiah. Total narkotika jenis ganja yang di temukan sebanyak 2,75 gram, dan 4 bungkus plastic kosong”ungkap Agustiandaru.

Sesuai undang-undang Narkotika, kedua remaja itu di kenakan sangsi hukuman penjara minimal  5 dan paling lama 20 tahun kurungan penjara atau denda minimal 1 miliar atau paling banyak 10 miliar.

“BMM dan MK, dikenakan pasal 114 ayat 1 undang-undang narkotika, yaitu setiap orang menahan, melawan hukum, membeli, menerima, menjadi perantara. Pasal 111 ayat 1, memiliki menyimpan dan menguasai dan pasal 132 ayat 1 terkait percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika, uud nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau denda paling sedikit 1 miliar paling banyak 10 miliar,”Ujar Kapolres yang akrab di sapa Ndaru itu

Ndaru, berpesan agar warga masyarakat Wondama terutam aorang tua wajib mengawasi aktivitas anak setiap harinya. Dia juga berharap apabila ada hal-hal yang mencurigakan tentang narkotika atau perbuatan jahat lainnya, dapat dilaporkan kepihak Polres atau anggota polisi.

“Kami himbau, kepada orang tua yang punya anak masih sekolah tetap awasi pergaulan anak-anaknya. Awasi kesehariannya. Dan apabila ada info terkait peredaran narkotika dapat menginformasikan ke polres teluk wondama,” tutur Ndaru.

Di tempat yang sama, Kasat Narkoba Polres Wondama, Iptu Muhamad Ramli menambahkan, BNM dan MK mendapatkan  barang haram itu dari Manokwari. Dan kata dia, kedua remaja tersebut tidak terkait dengan jaringan narkotika yang sudah diungkapkan oleh Mapolres Wondama pada waktu-waktu lalu.

“Mereka dapat ganja dari Manokwari, tapi mereka tidak terkait dengan jaringan narkotika jenis ganja yang sebelum-sebelumnya. Narkotika jenis ganja ini sudah beredar di kalangan masyarakat ekonomi menengah keatas bahwa sudah beredar di kalangan pelajar, penyebarannya sudah meluas,”tutup Ramli. (SR)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here