JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat 823 pasangan telah menikah sepanjang tahun 2019. Sementara angka perceraian mencapai 79 kasus.

Menurut Kepala Dispendukcapil Kota Jayapura, Merlan S Uloli, data tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2018, tercatat 912 pasangan menikah dengan 79 kasus perceraian.

” Untuk 2019, ada 823 pasangan yang menikah dengan kasus perceraian mencapai 79 pasangan. Tahun 2018 lebih banyak yang menikah dengan angka 912 pasangan,” teangnya di Gedung Otonom Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (20/12).

Menurutnya, kasus perceraian yang terjadi di Kota Jayapura bisa terjadi, jika pasutri telah memperoleh surat keputusan pengadilan. “Kami mengeluarkan akta cerai untuk yang beragama Kristen, Hindu,dan Budha, sedangkan agama Islam dikeluarkan di Pengadilan Agama. Akta cerai dikeluarkan dari pasutri yang melakukan nikah sendiri maupun nikah massal,” katanya.

Proses dikeluarkannya akta cerai paling cepat 30 menit, dengan persyaratan lengkap, yaitu membawa surat putusan cerai pengadilan, Kartu Keluarga dan E-KTP. Hal tersebut dikarenakan akan merubah data status menjadi duda atau janda.

“Pengurusan akta cerai mendapatkan pelayanan 3 in 1, yaitu mendapat 3 dokumen baru sepertu akta cerai, KK dan E-KTP,” urainya.

Pemerintah Kota Jayapura telah membuat program nikah massal setiap tahun, baik secara Kristen maupun Islam. Dia berharap, setiap tahun jumlah peserta nikah massal bisa berkurang.

“Tingkat kesadaran masyarakat semakin tinggi untuk harus menikah secara agama dan pencatatan sipil, namun jika masih banyaknya jumlah nikah massal, maka kesadaran masyarakat masih terbilang rendah,” ujarnya.

Berdasarkan UU Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan menjelaskan, bahwa dicatatkan pernikahannya menurut agama masing-masing, lalu dicatat menurut aturan undang-undang. Merlan mengimbau bagi masyarakat yang sudah hidup bersama agar segera melaksanakan pernikahan secara agama.

“Setelah nikah secara agama, melakukan pencatatan sipil di dukcapil. Nanti pada tahun 2020 pada peryaan HUT Kota Jayapura kami akan mengadakan nikah massal, dengan harapan semua warga yang sudah hidup bersama dan sudah melaksanakan nikah agama bisa mendaftar untuk mengikuti nikah pencatatan sipil agar diterbitkan KK pasutri,” imbuhnya. (Stella)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here