Empat Jurnalis Batal Divaksin Karena Ada Penyakit Bawaan

Manokwari, Reportasepapua. Com- Empat orang jurnalis di Manokwari, batal divaksinasi lantaran penyakit bawaan setelah menjalani pemeriksaan screening. Puluhan pekerja media atau pers di Manokwari sangat antusias menjalani penyuntikan vaksinasi COVID- 19, Kamis (4/3/2021).

Salah satu Jurnalis di Manokwari, Lanny mengaku pertama kali ikut vaksinasi covid 19. Awalnya itu gugup, namun setelah disuntikan vaksinasi ini puji Tuhan berjalan dengan lancer.

“Awal gugup ketika mau divaksin. Setelah vaksinasi tidak ada gejala atau efek samping. Malah kondisi, sehat,”katanya.

Ia mengatakan, justru dilakukan pemerintah sebagai langkah upaya untuk memutus mata rantai penularan COVID 19. . Tetapi menyelamatkan umat manusia dari bahaya penularan pendemi covid 19.

“Jadi program pemerintah terkait vaksinasi covid ini positif. Sebab tidak mungkin pemerintah ini ingin mencelakai masyarakatnya. Ia mengajak semua pihak mendukung program vaksinasi dicanangkan oleh pemerintah,”katanya.

Hal yang sama dialami Yohanes Ajoi awal saat mau divaksinasi sangat gugup sekali. Lanjut dia, usai divaksin kondisi sehat dan baik- baik saja bahkan tidak merasa pusing atau sebagainya.
“Saya menghimbau,masyarakat khususnya orang asli Papua tidak takut divaksinasi. Dengan vaksinasi ini memperkuat imun tubuh dan terhindar dari covid 19,”ucapnya.

Kepala Biro Antara Papua Barat, Abdul Azis Tokan mengapreasi program dari pemerintah pusat yaitu vaksinasi covid 19. vaksinasi ini penting bagi pekerja pers sebagai salah satu tenaga utama dalam memberikan informasi yang tepat di tengah wabah penyebaran pendemi covid 19.

“langkah ini lakukan lantaran awak media memiliki mobilitas tinggi dan berinteraksi dengan banyak pihak saat pendemi covid 19,”ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Otto Parorongan menjelaskan, vaksinasi tahap pertama bagi kesehatan di Papua Barat sebanyak 7.833 orang atau sekitar 84 persen.

Lebih lanjut, penyuntikan tahap kedua 59 persen untuk tenaga kesehatan. Untuk pekerja public tahap II ini sudah divaksinasi 1.582 orang atau 25 persen.

“Dari jumlah sasaran vaksin yang sudah yang dialokasikan. Jadi vaksin dialokasikan ada sebanyak 6.410 botol,”sebutnya.

Dikatanya, untuk masyarakat dan aparatur sipil negara tahap berikut setelah semua pekerja public selesai divaksinasi. Kami menunggu intruksi dari Kementrian Kesehatan.

“Saya berharap,masyarakat jangan kwatir untuk divaksin karena vaksin ini dijamin keamananya. Karena sudah diuji klilinis oleh BPOM RI,”tandasnya. (Dhy)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,718FansSuka
2,738PengikutMengikuti
17,500PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles