JAYAPURA,REPORTASEPAPUA.COM – Adanya Sratment dari Gubernur Papua Lukas Enembe seusai Pelantikan di Jakarta terkait Bungkus 3 juta suara untuk Joko Widodo pada Perhelatan Pemilihan Presiden 2019 di tagih Tim relawan Garda Indonesia wilayah Papua. 

Sekretaris Garda Indonesia Papua, Edwin Gusti Rafra bersama pengurus Garda Papua Provinsi Papua Kamis (21/2/2019) mengingatkan kembali kepada pemimpin nomor satu di Papua, Lukas Enembe, untuk membuktikan janji raup 3 juta suara  Jokowi-Ma’ruf di Bumi Cenderawasih pada pemilu presiden dan legislatif 17 April 2019.

“Orang Tua kami Pak Lukas Enembe usai dilantik menjadi Gubernur Provinsi Papua periode kedua di Istana Negara pada 5 September 2018 lalu  berjanji akan memberikan 3 juta suara untuk Jokowi-Ma’ruf, kita hanya mengingatkan saja, agar beliau menepati janjinya,” kata Gusti.

Kata Orang Istana Ini, apalagi sekarang ini situasi antara Jakarta dan Papua sedang memanas lantaran insiden Borobudur, sehingga Garda Papua merasa khawatir jangan sampai hal ini akan berdampat terhadap jumlah suara yang sudah di janjikan Lukas Enembe.

“situasi terakhir ini sedang memanas berkaitan dengan KPK kemarin takutnya akan berdampak pada hal ini. Sehingga kami berikan pernyataan untuk diingatkan,  jangan sampai dilupakan, apalagi janji itu disampaikan di Istana Negara, berupa pernyataan sikap kepada publik,” katanya. 

Disisi lain, faktor pelaksaan Pilpres dilakukan bersamaan dengan Pileg, kekhawatiran kurangnya partisipasi warga dalam menyalurkan hak suara juga menjadi faktor lain, apalagi ada sejumlah komisioner KPU di beberapa kabupaten/kota belum dilantik, apalagi waktu efektif tinggal sebulan ini, sehingga ini menjadi konsern relawan. 

“Ini yang kami khawatirkan,  KPU Kota Jayapura saja belum dilantik,  kira-kira ada tujuh kabupaten/kota yang belum dilantik,  belum lagi komisioner lainnya tidak maksimal sosialisasi,  sehingga suara yang dijanjikan tidak maksimal,” katanya. 

Rafra berharap persoalan sosialisasi surat suara semua pihak bisa mengambil sikap peduli,  sehingga semua lapisan masyarakat bisa memberikan hak politiknya pada saat hari H, karena Menurut Survey di Pasar Youtefa Jayapura  adanya ketidaktahuan Warga Soal Surat Suara. 

“Saya ke pasar cek warga mereka bingung dan tidak tau mana yang presiden caleg dan dpd, sehingga sy khawatir ini akan menjadi masalah,” tutupnya. (Anto) 

1 KOMENTAR

  1. Aneh kalau GERDA tanggung Janji kepada LUKAS ENEMBE. Apa yang Lukas Enembe Kata kan Papua Bungkus Untuk Jokowi itu ada Fakta dimana Saat Jokowi jadi Presiden banyak hal Beliau buat Masyarakat Indonesia di Papua. Dengan dasar itu LE kata kepada masyarakat Papua kita pilih kembali Jokowi menjadi Presiden 2 PRIODE . Kalau Sekretaris GERDA kata Lukas Enembe harus bertanggung itu salah alamat ,. Seharus Masyarakat Indonesia di harus mendukung pernyataan Gubernur Papua apa yang beliau melihat dan merasakan Kerjanya untuk masyarkat Papua .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here