Gelar Tatap Muka di Timika, Kapolda Paparkan Soal Vonis Aktor Kerusuhan dan Persoalan Kamtibmas Terkini

JAYAPURA,  Reportasepapua.com – Dalam kesempatan menggelar tatap muka dengan Forkopimda Kabupaten Mimika dan para tokoh di wilayah tersebut, Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw memaparkan seputar vonis majelis hakim terhadap actor kerusuhan di Jayapura, Timika dan Wamena pada 2019 lalu.

Di pertemuan yang dihadiri para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, ketua ketua kerukunan dan paguyuban serta unsur Muspida yang ada di wilayah Kabupaten Mimika, Kapolda juga memaparkan sesejumlah persoalan Kamtibmas lain yang menonjol di Papua.

Persoalan tersebut, yang pertama diungkap adalah terkait perkembangan dalam penanganan pandemic Covid-19 di Papua, yang membuat semua lapisan masyarakat merasakan dampaknya, dengan pembatasan aktifitas yang diberlakukan pemerintah melalui gugus tugas Covid-19.

“Sebagaimana yang sudah disepakati dengan bapak Gubernur Papua, sudah ada beberapa tahap menuju hidup normal dan kami di provinsi akan terus dikomunikasikan dan ditindaklanjuti di daerah,” ungkap Kapolda.

Dalam rangka menghadapi pandemi Covid 19 di Papua ini, kata Kapolda, semula dicemoohi terkait upaya yang sedikit keluar jalur.

“Namun akhirnya kondisinya sekarang ini kita sudah rasakan adanya peningkatan penyembuhan dan terus dilakukan upaya-upaya dan yang meninggal dunia juga masih sangat minim dibanding penyembuhan,” ujar Kapolda.

Kapolda pun menyatakan apresiasinya kepada tim kerja pandemi Covid-19, para dokter dan paramedis yang luar biasa sudah bekerja dengan baik.

“Saya ingin sampaikan bahwa presiden kita sudah menyampaikan melonggarkan PSBB agar kita mampu membangun ekonomi Indonesia dan bisa pulih kembali, itu harapan bapak presiden jadi keadaan saat ini ada sedikit pengendoran atau kelonggaran,” jelasnya.

Dikatakan, bahwa dari pendapat para pakar, kita tidak perlu takut dan dalam kecemasan.

Kita perlu bangkit dan mempunyai semangat untuk melawan corona terhadap virus yang diprediksi baru aka nada vaksinnya di Tahun 2021 mendatang.

Salah satu pakar kesehatan Indonesia, Siti Fadilah Supari menyampaikan bahwa kita tidak perlu terlalu takut, yang penting ingat protokler kesehatan.

“Yang juga ingin saya sampaikan tentang keadaan kita, syukur aman dan terkendali dan itu mahal harganya, karena kita bayangkan dengan kejadian yang lalu sehingga itu pentingnya kita hadir disini,” jelas Kapolda.

Yang berikut adalah soal Miras local yang disebut sopi, yang baru saja diungkap pabrik penyulingnya dengan menangkap enam tersangka dan berhasil disita 6000 liter lebih dan telah dimusnahkan.

“Dulu saya asumsikan miras diambil dari pohon enau tapi sekarang lain cukup ambil Gula pasir dan fermipan dicampur dengan air kotor dan difermentasi kemudian diambil uapnya, karena kalau gunakan air bersih tidak jadi,” kata Kapolda.

Kapolda pun para tokoh yang hadir untuk bersatu padu, karena sebagai tokoh memiliki tanggung jawab moral.

“Ini kita diskusikan dan sosialisasikan kepada masyarakat dan bapak datangi mereka dan ajak untuk hentikan kerjaan itu,” imbau Kapolda.

Di kesempatan tersebut, Kapolda juga bercerita terkait proses hokum kasus kerusuhan di Jayapura, Wamena dan Timika yang tujuh orang aktor utamanya sudah diputus di Pengadilan Negeri Pontianak, Kalimantan Selatan.

“Untuk tujuh orang yang dianggap sebagai aktor dalam kerusuhan itu dan mereka belokkan sebagai korban politik, padahal mereka itu adalah pelaku dan aktor kerusuhan,” tandas Kapolda.

Kapolda Waterpauw pun bercerita dari awal kejadian hingga muncul Rasisme di Surabaya pada Agustus 2019 lalu.

“Tanggal 17 kejadian di Surabaya saya sudah ada disana dan saya paham apa yang mereka rencanakan dan mereka bersinergi, yaitu AMP bersepakat merencanakan aksi. Ini yang memiliki link dengan KNPB dan ULMWP dan mereka ini jalan terus dan ada tokoh tokoh formal yang dukung mereka dan tokoh agama ada yang jadi pendukungnya,” ceritanya.

Kapolda pun tetap berbesar hati, karena di tanah yang dijanjikan Tuhan ini ada suatu kalimat yang pernah diaampaikan oleh leluhur kita, bahwa barang siapa yang bekerja baik ditanah ini maka dia akan melihat satu tanda heran ke tanda herang yang lain.

“Terdakwa yang tujuh orang di Kaltim ini bukan kasus politik, tapi mereka adalah yang melakukan tindakan melawan hukum positif dan mereka lakukan permufakatan jahat karena mereka luapkan emosi mereka,” jelas Kapolda.

Kapolda juga mengungkapkan bahwa ada yang manfaatkan momentum tersebut untuk mengambil keuntungan dan juga ada agen agennya.

Namun Kapolda menyatakan tidak mau masuk lebih dalam ke ranah politik.

“Kami dalam penegakan hukum pidana dan mereka itu pelaku tindak pidana dan mau melawan hukum negara dan lari ke makar sebagai akumulasi cerita panjang itu dengan manfaatkan isu rasis di Malang dan Surabaya, kemudian mau manfaatkan rasis di Amerika untuk jadikan fakta bahwa inilah kejadian pembantaian di Papua. Keputusan yang ringan mungkin ada pertimbangan tertentu secara politis dan kita harus hormati itu,” tutur Kapolda.

Untuk membeberkan masalah tersebut, Kapolda juga sudah membuat diskusi di Hotel Aston Jayapura dari pagi sampai sore, terkait upaya politisasi atau penegakan hukum yang dilakukannya.

Terkait putusan majelis hakim yang dinilai sangat ringan, namun Kapolda meminta agar para tokoh yang ada, dapat menenangkan masyarakat.

“Biar kami (polisi) yang tangani, jangan berhadap hadapan karena mereka menunggu hal ini,” imbau Kapolda.

Sementara itu, Wakil Bupati Mimika John Rettob dalam sambutannya mengajak para tokoh masyarakat yang hadir  untuk bisa menyampaikan kepada komunitas masyarakatnya masing-masing agar bersama-sama menatap hidup yang baru dan bersama-sama menjaga kamtibmas.

“Sampai hari ini tingkat penularan di Timika masih ada namun tingkat penyembuhan lebih banyak dan mencapai 72 persen dan yang positif masih pada angka 1 koma sekian persen saja. Artinya kondisi sedikit telah membaik maka kita menyesuaikan untuk menuju kehidupan yang baru,” ujar John Rettob.(redaksi reportase)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,041FansSuka
2,825PengikutMengikuti
17,900PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles