JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM-  Tim Gegana Polda Papua menggeledah tiga lokasi pasca penangkapan terduga teroris di Jalur 9 Blok A, Perumahan Grand Doyo, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (5/12).

Ketiga lokasi itu yakni, sebuah rumah di Jalur 9 Blok A, Perumahan Grand Doyo. Lokasi kedua ruko di samping SPBU Doyo Baru hingga lokasi terakhir disekitar pinggiran Jalan Raya Sentani-Doyo Baru, tepatnya depan gerbang masuk perumahan tempat tinggal terduga teroris.

Kapolres Jayapura, AKBP  Victor Dean Mackbon kepada wartawan, Kamis malam mengatakan, penggeledahan dilakukan Tim Gegana Polda Papua. Sementara Polres Jayapura hanya membantu mengamankan lokasi.

Penggeledahan diawali di rumah yang disewa terduga teroris di Jalur 9 Blok A, Perumahan Grand Doyo. Kemudian dilanjutkan pada ruko di samping SPBU Doyo Baru hingga lokasi terakhir disekitar pinggiran Jalan Raya Sentani-Doyo Baru, tepatnya depan gerbang masuk perumahan tempat tinggal terduga teroris.

Belum diketahui berapa orang yang ditangkap maupun jaringa kelompok terduga teroris, termasuk barang bukti yang ditemukan pada tiga lokasi tersebut. Victor mengklaim barang bukti atau hasil penyelidikan kewenangan Densus 88 Mabes Polri.

“Barang bukti atau hasil penyidikan itu semuanya sama tim Densus Mabes (Polri). Untuk yang diamankan kami belum bisa memberikan informasi terkait inisial atau berapa orang, tapi yang kami lakukan adalah kewajiban kami mengamankan TKP. Terduga dari mana kami belum tahu juga. Untuk barang bukti yang diamankan kami juga tidak tahu, tetapi ada barang bukti yang diamankan di tiga lokasi tersebut,” kata Victor.

Demikian juga soal penanganan proses hukum terduga teroris itu, Victor menyebut merupakan ranah Mabes Polri. “Densus 88 memiliki tugas dan kewajiban melaksanakan penyelidikan dan penyidikan,” katanya lagi.

Terkait bunyi ledakan terdengar saat Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana melakukan penggeledahan di TKP? Menuturut Victor, jika peledakan itu adalah bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) Tim Jibom.

“Itu bagian dari SOP yang namanya diskapter. Apakah barang bukti yang ditemukan di TKP ketiga merupakan bahan peledak atau bukan akan diketahui dari hasil Labfor (laboratorium forensik),” terangnya. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here