JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Merespon adanya insiden yang terjadi di kota Surabaya, Kota Semarang dan Kota Malang, Gubernur Papua Lukas Enembe Mengecam Keras Aksi Persekusi Tersebut. Berikut Isi Pernyataan Sikap Resmi Pemda Papua.

  1. Pemerintah Provinsi Papua menyatakan empati dan prihatin atas insiden yang terjadi di Kota Surabaya, Kota Semarang dan Kota Malang yang berakibat adanya penangkapan dan atau pengosongan Asrama Mahasiswa Papua di Kota Surabaya Oleh aparat keamanan. Pemerintah Provinsi Papua menghargai upaya hukum yang dilakukan oleh aparat keamanan sepanjang dilakukan secara proposional, profesional dan berkeadilan. Aparat keamanan diharapkan untuk tidak melakukan pembiaran atas tindakan persekusi dan atau main hakim sendiri Oleh kelompok atau individu, yang dapat melukai hati masyarakat papua. Hindari adanya tindakan-tindakan mengganggu represif yang dapat menimbulkan korban jiwa, kegaduhan politik, dan rasa nasionalisme sesama anak bangsa.
  2. Provinsi Papua merupakan Wilayah Republik Indonesia yang dikenal sebagai Miniatur Indonesia sesungguhnya Yang Berbhineka Tunggal Ika. Penduduk Provinsi Papua beragam, multi etnis, multi agama, multi budaya, yang hidup secara berdampingan. Masyarakat asli papua menyambut baik dan memperlakukan masyarakat non-papua secara terhormat dan sejajar. Oleh karenanya kami berharap kehadiran masyarakat Papua diberbagai
    Wilayah Provinsi di Indonesia harus juga diperlakukan sama. Hal ini merupakan komitmen kita bersama sebagai anak-anak bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang damai, berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan beretika secara budaya.
  3. Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan kepada seluruh masyarakat Papua yang berada di Provinsi Papua maupun seluruh wilayah Indonesia untuk merespon insiden Surabaya, Semarang dan Malang tersebut secara wajar tanpa adanya tindakan-tindakan yang bertentangan dengan normanorma adat budaya maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Kepada masyarakat non-Papua di seluruh Wilayah Indonesia kami juga harapkan agar tetap menjaga harmoni kehidupan dan tidak melakukan halhal atau tindakan-tindakan yang inkonstitusional, seperti persekusi, main hakim sendiri, memaksakan kehendak, bertindak rasis, dan diskriminatif, intoleran dan Iain-Iain yang dapat melukai hati masyarakat papua serta mengganggu harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita sudah 74 tahun merdeka, seharusnya tindakan-tindakan: Intoleran, rasis dan diskriminatif tidak boleh terjadi di negara Pancasila yang kita junjung bersama.
  5. Selaku Gubernur Papua saya mengajak para Gubernur, Bupati, dan Walikota di seluruh Indonesia untuk ikut melakukan pembinaan terhadap pelajar atau mahasiswa Papua di wilayah masing-masing, sebagaimana kami juga bertanggung jawab untuk melakukan pembinaan kepada pelajar, mahasiswa, masyarakat papua yang berasal dari luar Papua. Hal ini merupakan upaya kita bersama untuk mencegah adanya insiden serupa dimasa yang akan datang sekaligus dalam rangka merajut rasa nasionalisme, persatuan, dan kebersamaan sebagai sesama anak bangsa. (BERTI)

3 KOMENTAR

  1. Kepada Bapak Gubernur Papua Saya setuju dengan penyampaian yang dimuat di surat yang disiarkan lewat media kepada piminpin daerah untuk ikut serta membina mahasiswa Papua kita yang ada menuntut ilmu di provinsi mereka masing – masing yang berada luar papua kalau saya bapak menarik mereka kembali pulang ke papua dan dirikan perguruan tinggi di tanah papua lagi untuk mereka dengan dukun hasil alam kita di papua datangkan Dosen – dosen dari negara – negara tetangga kita supaya mahasiswa kita tidak lagi untuk menuntut ilmu di Provinsi yang di luar tanah papua kita juga bisa membangun diri kita sendiri demikian penyampaian saya Tuhan memberkati bapak dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada Bapak Amin..

  2. Pemerintah papua tolong pulangkan mahasiswa papua dari sejawa bali dan pemerintah sejawa bali segera pasilitasi orang2 sejawa bali harus anggat kaki dari tanah papua.

    Supaya bangsa indonesia aman jangan seenaknya mereka tinggal disini baru mereka bilang kami monyet ini ane.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here