Gubernur Papua Pastikan Venue PON di Kabupaten Jayapura Terbebas dari ancaman banjir

JAYAPURA,REPORTASEPAPUA.COM – Gubernur Papua pastikan venue PON ( Pekan Olahraga Nasional ) klaster Kabupaten Jayapura terbebas dari ancaman banjir Pasca Bencana Banjir Bandang di Sentani.

Lukas juga menambahkan pihaknya kemarin (Rabu) sudah meninjau venue PON di Kabupaten Jayapura, dan dipastikan semua venue yang sementara dibangun di Klaster Kabupaten Jayapura sampai saat ini aman dan proses pekerjaan berjalan seperti biasa.

“Venue PON di Kabupaten Jayapura masih aman, banjir kemarin tidak sampai merusak fasilitas yang sementara dibangun,” ujar Gubernur Papua Lukas Enembe kepada Pers usai pertemuan dengan Kepala Perwakilan BPK Papua, Kamis, 21 Maret 2019.

Namun, dirinya mengakui jika banjir kemarin talud air di belakang stadion Papua Bangkit rusak dan air masuk ke lapangan pemanasan.

“Air sempat masuk ke lapangan pemanasan, tapi sudah dapat diatasi oleh pihak perusahaan, dan talud yang rusak sementara di perbaiki,” jelasnya.

Dengan kondisi Jayapura yang terus diguyur hujan, tentu akan mengganggu aktivitas pekerjaan stadion. Sehingga pembangunan yang rencananya rampung bulan April, bisa dipastikan molor lagi.

“Dari laporan pihak perusahaan pembangunan akan molor bisa sampai dua bulan, karena material diambil dari Doyo, sementara jembatan ada yang putus, harapan kami, jembatan yang sementara di kerjakan TNI dan Polri bisa cepat selesai,” harapnya.

Dikatakan, venue PON di Kabupaten Jayapura yang sementara dibangun adalah venue Hockey dan Cricket di Doyo, GOR GIDI depan Yonif 751, Stadion Papua Bangkit, Aquatic, lapangan tembak dan GOR Istora.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Olah raga dan Pemuda Papua, Daud Ngabalin mengatakan, curah hujan yang meningkat akhir-akhir ini dikhawatirkan membuat pengerjaan terhambat.

“Sudah pasti kalau hujan seperti ini dapat memperlambat pembangunan lintasan lari, apalagi pengaspalan lintasan lari membutuhkan cahaya matahari,” jelasnya.

Daud menambahkan, untuk proses pengerjaan Lintasan Lari Stadion Papua Bangkit bukan pada mengejar cepat selesai pengerjaan tetapi lebih kepada kualitas.

Oleh karena itu, pihak perusahaan pasti akan meminta penambahan waktu pekerjaan. Karena dalam proses pengaspalanini dia harus kena sinar matahari langsung sekitar 5 jam. Jadi untuk pemgerjaan sintetis itu 5 jam, jadi kalau hujan pengerjaan berhenti. Karena kita kejar kualitas bukan waktu selesai tapi mengejar kualitas untuk kualitas nomor 1,” terangnya.

Pembangunan Venue Hoki di Biak

Sementara itu Dalam waktu dekat ini pembangunan venue hoki di Kabupaten Biak Numfor akan segera dilakukan mengingat pelaksanaan PON di Papua yang telah dihitung mundur.

Sehubung dengan hal tersebut, dana yang akan dipakai untuk membangun venue di biak dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi.

Sementara untuk venue hoki yang terlanjur dibangun dengan dana APBN di Doyo, Kabupaten Jayapura, akan tetap lanjut. Sebab telah masuk dalam Inpres PON 10 Tahun 2017 yang diterbitkan pemerintah pusat.

“Untuk hoki memang ini manjadi kelemahan dinas lama, Padahal seharusnya Biak jadi tuan rumah hoki, karena pemainnya ada di kota karang ini. Bagaimana mereka bisa bangun venue hoki di jayapura,” Tukasnya.

Menurut Lukas, Pemprov Papua sebelumnya telah menetapkan sejumlah wilayah untuk menjadi tempat penyelenggaraan pekan olahraga nasional (PON) XX 2020. Yakni Kota dan Kabupaten Jayapura, Biak Numfor, Jayawijaya, Merauke, Mimika dan Biak, ditambah empat daerah penyangga.

Baru-baru ini pula Pemprov Papua telah menerima perubahan Inpres PON yang didalamnya mengamanatkan dukungan penyelenggaraan PON dari dana APBN. “Untuk itu, saya minta Biak harus siap jadi tuan rumah sebab dalam Inpres yang baru, hampir sebagian besar venue dan lainnya akan dibiayai APBN,” pungkas Lukas.

Sebelumnya, Dinas Olahraga dan Pemuda Papua memastikan pembangunan venue cabang olahraga hoki tetap dibangun di Doyo Baru, Kabupaten Jayapura. Dimana venue itu, sudah masuk dalam Instruksi Presiden No. 10 tahun 2017, dengan sumber pembiayaan dari APBN.

“Memang kita sebelumnya usulkan untuk bisa pindah ke Biak, tetapi tidak bisa. Karena harus merubah dulu Inpres 10 2017 lagi. Sedangkan proses pembangunan sudah harus berjalan,” tegasnya. (berti)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,041FansSuka
2,874PengikutMengikuti
18,100PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles