WAMENA, Reportasepapua.com – Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Richard Banua akan memberhentikan hak-hak atau gaji 6 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berprofesi sebagai tenaga guru karena sudah tidak pernah aktif mengajar di SD Inpres Yalengga Distrik Yalengga Kabupaten Jayawijaya. Diakui Bupati, kunjungannya ke SD Inpres Yalengga guna menindaklanjuti adanya laporan masyarakat terkait tidak aktifnya ASN tenaga guru di SD Inpres Yalengga.

Diakui Bupati, setelah melihat langsung di lokasi tepatnya halaman SD Inpres Yalengga, memang terbukti bahwa hanya ada Kepala Sekolah dan beberapa tenaga Honor yang masih setia mengajar. Sedangkan tenaga guru yang berstatus ASN sudah tidak pernah lagi berada di sekolah bahkan sudah lama tidak mengajar.

Menindaklanjuti itu, Bupati Banua menegaskan akan segera melakukan pemanggilan kepada 6 tenaga Guru ASN yang sudah tidak aktif mengajar, dan apabila saat dipanggil tidak datang, maka gajinya akan ditahan.

“Tadi laporan dari kepala sekolah dan komite sekolah bahwa guru-guru ini sudah lama tidak mengajar bahkan ada yang sudah pindah,” kata Bupati Banua.

Terkait renovasi beberapa ruang kelas di SD Inpres Yalengga, Bupati mengakui telah memerintahkan dinas terkati untuk segera diakomodir agar dapat dikerjakan dalam APBD yang baru. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Jayawijaya, Bambang Budihandoyo menjelaskan, proses belajar mengajar di SD Inpres Yalengga masih berjalan, namun memang ada beberapa yang akan di perbaiki Dinas, kata Bambang, akan mengecek keberadaan beberapa guru yang tidak aktif dan akan di tindaklanjuti dengan pembicaraan internal di kantor.

“Sesegera mungkin guru bersangkutan akan dipanggil menindaklanjuti arahan Bapak Bupati supaya sekolah itu jalan dengan baik,” ungkap Bambang. Untuk renovasi ruangan gedung Sekolah SD Inpres Yalengga, Bambang mengakui telah mengarahkan kepada kepala bidang untuk diusulkan di tahun 2021 sehingga dapat dikerjakan. (Afri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here