H. Darwis Sesalkan Tindakan Pedagang Telur yang Ambil Kesempatan Ditengah Pandemi Corona

0
Anggota Komisi II DPR Papua, H. Darwis Massi, SE bersama Mustakim HR, SE.MS.i dan Siti Susanti, SE saat mengecek harga bawang merah disalah satu pedagang yang ada di Pasar Sentral Hamadi Kota Jayapura, Selasa (7/4). Foto Tiara.

JAYAPURA, Reportasepapua.co – Anggota Komisi II DPR Papua bidang Perekonomian, H.Darwis Massi, SE menyangkan tindakan para pengecer dan distributor Telur yang dengan sengaja menaikan harga telur ditengah pandemi covid-19 ini.

Apalagi kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Papua ini, kondisi ekonomi kita saat ini lagi melemah. Ditambah harga sembako dan barang kebutuhan lainnya juga pada naik.

“Terutama telur dari Rp.65.000, jadi Rp.95.000, bahkan ada yang jual sampai Rp 100.000/rak. Inikan sangat tidak normal, ditambah lagi kenaikan beberapa harga bahan pokok,. Tentunya ini sangat meresahkan masyarakat khususnya masyarakat kecil yang ekonomi lemah,” kata H. Darwis Massi, SE usai mengikuti sidak bersama Tim Satgas Pangan Daerah Provinsi Papua di Pasar Sentral Hamadi Kota Jayapura, Selasa (7/4).

Oleh karena itu, legislator Papua ini minta Tim Satgas Papua untuk
menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku apabila ada oknum pengecer dan distributor yang sengaja mencari keuntungan besar di saat keadaan sulit seperti ini

Selain itu, pihaknya juga minta pemerintah dalam hal ini dinas terkait untuk terus memantau kondisi stok pangan hingga bulan Puasa dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Jangan sampai stok pangan kosong karena hal ini yang biasa memicu kenaikan harga. Apalagi ketika barang kurang di pasaran itu akan dimanfaatkan para pengecer dan distributor untuk berbuat nakal dengan menaikan harga yang tinggi dengan sesuka hatinya, “ketusnya.

Terrkait dengann pembatasan masuknya kapal laut PELNI akibat pandemi virus corona, kata Darwis, ini juga yang menjadi salah satu penyebab kelangkaan barang di Papua, karena kapal yang biasa mengangkut kebutuhan pokok sekarang dibatasi

“Untuk itu, pemerintah perlu pikirkan solusi lain. Artinya, pembatasan masuknya orang ke Papua itu sangat baik, tetapi tidak mengganggu alur distribusi barang yang masuk. Jadi perlu ada kebijakan khusus untuk kapal PELNI bisa angkut barang tetapi tidak untuk orang, sehingga dapat mengoptimalkan kapal angkut cargo laut,” ujar Darwis.

Namun kata Darwis Massi, kami
DPRP akan terus memantau perkembangan fluktuasi harga barang khususnya harga Bapok agar bisa di kendalikan normal.

“Kami akan bekerjasama dengan Tim Satgas Pangan juga dinas terkait.Tapi kami juga harus punya data base Agen distribusi agar kedepannua kami bisa pantau perkembangan harga,” imbuhnya. (tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here