SENTANI, REPORTASEPAPUA.COM – Ribuan Warga Korban Banjir Bandang Sentani Papua masih berada dipengungsian yang tersebar di 29 posko pengungsian.

Tinggal selama 9 hari dipengungsian dengan hanya beralaskan terpal, warga mengeluhkan tak adanya pakaian dan sanitasi buruk.

Defron Enumbi yang Berada di Posko BAs Youw Sentani Mengaku Dirinya membutuhkan pakaian karena waktu banjir bandang pakaiannya hanyut semua beserta rumahnya.

“Saya waktu itu hanya pakai baju ini (sambil tunjukan bajunya), dan saya skarang hanya minta pakaian alat mandi dan sabun,” Tuturnya kepada reportasepapua.com

Hal serupa diungkapkan Markus Kogoya, yang merupakan pengungsi asal BTN sosial, Ia mengaku untuk sementara bahan makanan cukup tapi air bersih dan sanitasi agar diperbaiki.

“Kamar mandi jelek, selain itu kami punya motor hilang dua, kami mohon agar ada perhatian dari pemerintah supaya harta dan rumah kami dibangun,” Ungkapnya.

Hingga hari ke – 9 ini tim sar gabungan polri dan tni masih terus melakukan pencaharian 94 jenasah yang diduga sudah terkubur timbunan pasir akibat banjir bandang. dalam pencaharian tiga hari terakhir ini aparat tidak menemukan satupun  jenasah,diduga sudah terkubur pasir.

Dari data bpbd papua diposko induk terpadu, total korban tewas masih tetap 112 orang, terbagi atas wilayah sentani 105 terkena banjir bandang, dan 7 terkena longsor dikota jayapura.

Sementara total 74 jenasah yang sudah teridentifikasi oleh tim dvi rumah sakit bayangkara dan telah diserahkan kepada keluarga sementara 19 jenasah belum dapat teridentifikasi. total pengungsi  yang masih berada di 29 posko mencapai 11.725 jiwa. (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here