JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Korban Tterseret arus banjir bandang yang menimpa wilayah sentani, kabupaten jayapura,  papua, terus bertambah, hingga minggu petang ini (17/03) menurut kepolisian total 68 korban tewas dan kemungkinan akan bertambah.

Kapolda papua, Irjen Pol martuani sormin ikut terjun langsung ke lokasi banjir bandang di wilayah doyo, sentani kabupaten jayapura, dengan melakukan evakuasi para jenasah yang terseret arus.

Selain memimpin evakuasi bersama tim sar dan tni, kapolda juga melihat dampak kerusakan sebuah yayasan penerbangan perintis keagamaan advent yang hanggar serta lapternya tertimpa banjir bandang.

nampak dua buah pesawat jenis caravan dan satu helikoptert terpental terbawa arus hingga kejalan raya akibat terseret arus banjir yang dipenuhi material pohon dan batu daru gunung ciklop.

Menurut kabidhumas polda papua/ kombes pol am kamal tidak menutup kemungkinan korban akan terus bertambah karena hingga saat ini tim sar gabungan tni polri masih berusaha mencari dan mengevakuasi warga yang baru melapor ke polres jayapura.

“Dari data kepolisian daerah papua, hingga minggu petang ini sudah 68 korban dipastikan tewas di wilayah kabupaten dan kota jayapura. dimana dari 68 ini, 7 jenasah dikota jayapura, sementara di wilayah sentani kabupaten jayapura 61 korban tewas. 14 jenasah ini sudah berhasil di identifikasi dan diserahkan kepada keluarga, sementara sisanya masih dalam penanganan tim dvi polda papua.

Korban luka yang mencapai ratusan warga dirawat dibeberapa rumah sakit yaitu di rumah sakit bayangkara, dian harapan, marten indey, yowari dan puskesmas sentani kota.

Polda mendata sekitar 1289 kepala keluarga terdampak banjir ini dan mengungsi ke sanak saudara terdekat serta diposko pengungsian. Banjir bandang terjadi minggu dini hari tadi sekitar pukul 01.00 wit/ dimana air hujan yang mengguyur wilyah sentani sejak sabtu malam mengakibatkan banjir bandang yang tiba saja datang menghantam pemukiman warga di bawah kaki gunung siklop sentani.(redaksi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here