Wondama, Reportase Papua.com- Akibat penundaan pengumuman hasil tes CPNS Formasi 2018 pada 30 Juli 2020 sejumlah peserta tes CPNS sambangi kantor bupati Teluk Wondama pertanyakan apa sebab dari penundaan pengumuman hasil tes CPNS itu.

Sejumlah peserta yang datang tersebut kemudian disambut baik oleh bupati Wondama di lingkungan perkantoran pemkab wondama di Isei. Kamis, (30/7/2020). Sesuai dengan maksud kedatangan para peserta tes CPNS yang tuntut kepastian jadwal pengumuman hasil seleksi CPNS formasi 2018 dari pemerintah daerah.

BupatiWondama Bernadus A Imburi di dampingi Wakil bupati Paulus Indubri dan Sekda Denny Simbar bersama seluruh jajarannya, bupati berikan apresiasi dan ucapatan terima kasih kepada sejumlah peserta tes itu sebab mereka datang pada waktu yang tepat dengan cara yang baik dengan suasana yang tenang.

“Terima kasih banyak karena semua datang dengan cara yang benar ini merupakan sikap yang benar, sehingga kami bisa mendengar apa yang kalian pertanyakan dan apa yang kami bisa sampaikan dengan baik,” ujar Bupati Wondama Bernadus Imburi di tengah peserta tes CPNS itu.

Imburi Menjelaskan, pengumuman hasil seleksi CPNS formasi 2018 ditunda sesuai dengan keputusan gubernur Papua Barat pada meeting zoom bupati se provinsi Papua Barat.

“Pengumuman hari ini di tunda, memang sudah disampaikan pada 3 pekan lalu namun hasil rapat dengan gubernur pada 29 Juli 2020 seluruh kabupaten kota tunda pengumuman hasil tes ini. Dan bupati seprovinsi Papua Barat dipanggil Gubernur untuk mengikuti rapat agenda pembahasn terkait penundaan dan kapan akan diumumkan hasil tes seleksi CPNS formasi 2018.

oleh sebeb itu, kata Imburi dia bersama wakil bupati akan berangkat ke ibu kota Provinsi Papua Barat pada besok hari ikuti pertemuan tentang penundaaan hasil tes itu dan akan di bahas disana kapan akan diumumkan. Imburi minta masyarakat atau peserta tes seleksi CPNS bersabar menunggu informasi setelah rapat bersama Senin 2 Agustus 2020 di ibu kota Provinsi Papua Barat.

Didepan para peserta CPNS bupati Imburi jelaskan terkait penundaaan pengumuman itu bukan hanya terjadi di Wondama tetapi diseluruh kabupaten kota Provinsi Papua Barat. Imburi katakan setelah pertemuan Senin depan ini terlaksana pemda Wondama akan kembali berikan Informasi terkait hasil rapat bersama Gubernur.

“Kita akan hadiri pertemuan terkait pembahasan pengumuman hasil ini. Jangan sampai kami jalan lagi ada yang berpikir kami menghidar tidak, tidak sama sekali, kami akan tetap hadir dan akan menginformasikan hasil rapat dengan Gubernur keputusannya seperti apa,”tukas Imburi.

Secara langsung didepan para peserta calon tes CPNS itu, Imburi katakan penundaan pengumuman itu disebabkan karena beberapa kabupaten kota keberatan dengan hasil kelulusan dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara (Kemenpan) termasuk kabupaten Wondama. Pasalnya kata Imburi keterlibatan pemerintah daerah dalam proses pengumuman hasil tes CPNS itu ada batasnya.

Namun yang pasti presentase 80 persen Oarang Asli Papua (OAP) dan non OAP 20 persen tetap diperjuangkan. Apalagi kata Imburi farmasi lulusan SMA itu murni hanya di isi oleh OAP khsusunya asli Wondama.

“Dalam proses ini pemerintah kabupaten ada didalanya, tetapi pada bagian-bagian tertentu hasil terakhir pemerintah daerah kami tidak ada dalam proses itu, oleh sbeb itu, kami keberatan atas apa yang diputuskan Kemenpan dan karena itu kami akan rapat hari senin bersama gubernur untuk putuskan kapan akan di lakukan pengumuman hasil tes ini,”tutur Imburi.

Oleh sebab itu Imbhri berharap peserta calon tes CPNS tetap bijak menggunakan Medsos dan teliti melihat perkembangan informasi. Pada prinsipnya Wondama tetap mengupayakan presentase awal.

“Akibat dari itu, saya berharap di kabupaten Teluk wondama tidak seperti tu, sebab kalau kantor terbakar berkas data-data hilang bagaimana mau diselesaikan lagi, darimana n bagaimana kita akan memulainya lagi. Oleh sbeb itu saya berharap kita bersabar dan menunggu informasi lebih lanjut pada Senin mendatang ini,”ujar Imburi

Setelah menjelaskan hal tersebut, perwakilan salah satu peserta tes CPNS Yaan Wetebossy menegaskan yang di inginkan OAP hanyalah presentase 80 20 dapat di implementasikan secara utuh dan adil.

“Kami minta bapak perjuangkan kami kuota 80 jangan kurang lagi itu harapan kami, sehingga kami anak Wondama bisa di akomodir dalam 80 persen. Jangan sampai non Papua datang hanya untuk mencari keuntungan ditanah ini. ini kita punya piring makan,kami minta bapak bupati dan bapak wakil bupati, dan bapak kepala BKD perjuangkan hak kami,”tutur Wetebossy.

Dari situ wetebossy juga menegaskan peserta tes CPNS yang datangi perkantoran pemkab Wondama akan menjunjung tinggi budaya orang Wondama sebagai anak negeri tanah peradaban orang Papua. “Kami anak wondma, kabupaten lain boleh berbuat apa saja tetapi kami anak wondama tahu adat dan kami datang dengan baik-baik untuk mewakili seluruh peserta calon terkait penundaan CPNS, hasil mungkin tak sesuai namun kami paham kami akan menunggu dan kami berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah terhadap kami kami puas dan kami akan sampaikan kepada kita semua yang mengikuti tes ini dan kami harap bapak tolong perhatikan kami,”ucap Wetebossy.

Masih di tempat yang sama wakil bupati kabupaten teluk Wondma, Paulus Y Indubri menjelaskan, seteah rapat bersama Gubernur akan disampaikan kedaerah untuk di ketahui. Kata dia, untuk mendongkrak presentse OAP memenuhi kuota 80 persen itu sangat sulit karena formsi yang dibuka dengan jumlah pelamar OAP masih sangat kurang dalam bidang-bidang ilmu tertentu seperti dokter dan guru IPA. Kata Imdubri pemerintah sangat sulit bagaimana mengatur hal ini.

“Untuk mendokrak 80 persen kita kesulitan sebab formasi yang paling banyak adalah tenaga medis dan guru formsi ini anak papua kurang sementara kita butuh guru dan dokter. Formasi ini sulit untuk di gantikan dengan lulusan diluar dari guru dan tenaga medis, sangat tak mungkin sarjana sosial kita masukan jadi dokter atau tenaga medis lainnya dan yang kita butuh saat ini kalau kita tidak lakukan itu akan degradasi atau penurunan SDM yang besar di Wondama karena kita selalu kekuarnagan guru dan dokter. Karena kita di wondama kebanyak sma dan dan sarjana sosial sarjana hukum, guru matematika, fisika, kimia OAP Wondama masih sangat kurang,”tarang Indubri Kata dia lagi andaikan formasi yang dibuka itu seluurh bidang ilmu OAP ada dia pastikan 100 persen OAP akan masuk dan mengisi formasi itu semua.

“Kalaupun ada kenapa 80 persen OAP dan 20 persen non OAP. Kalau ada anak Wondama ada 100 persen tenaga medis yang non wondama sabar dulu saya Pastikan akan Wondama yang diakomodir lebih dulu masuk . Rapat ini juga akan dibahas terkait formasi 2019 yang akan di buka pada 2020,”tutup Indubri. (SR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here