Ini Tangapan Dirut PDAM, Sikapi Pernyataan Anggota DPRD Kota Jayapura Tentang Mafia Air

0
393

JAYAPURA, Reportasepapua.com –  Menyikapi pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Fraksi Bhineka Tunggal Ika DPRD kota Jayapura H. Syaharudin berkaitan dugaan adanya mafia air di PDAM Jayapura yang terekspos di salah satu media lokal dan jejaring media sosial (Tifa News pada (20/02).

Terkait hal tersebut Direktur PDAM Jayapura, H.  Entis Sutisna, SE, MM menegaskan tidak ada mafia air di PDAM Jayapura. Sebab kurangnya air bersih yang tersalur kepelangan karena debit airnya menurun.

Sebab ungkap Entis, pelayanan air bersih untuk warga Polimak dan sekitarnya saat ini sangat mengandalkan sumber air Ajend, namun kondisi saat ini sumber air tersebut menurun drastis dan sangat tergantung terhadap curah hujan yang turun.

Apalagi ungkap Dirut PDAM,  pelayanan air bersih  untuk warga Entrop, Hamadi dan sekitarnya berasal dari sumber air Entrop dan sungai tersebut.

“Jadi selain PDAM, ada pihak lain yang memanfaatkan untuk kepentingan usahanya, yakni CV Bintang Mas untuk kebutuhan pabrik Airi minum Qualala dan Ondo Dawir untuk penjualan air melalui mobil tangki air dan penjualan air bagi warga di sekitar Perumahan Jaya Asri,” ungkap Entis Sutisna saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Aula Kantor PDAM Jayapura,  Senin (24/02).

Namun Entis menegaskan, kalau pihak-pihak tersebut dalam menjalankan usahanya tak ada kaitan dengan PDAM. Namun ada pihak-pihak lain yang memanfaatkan sumber air Entrop.

“Makanya ketersediaan air bersih yang kami salurkan sekitar 3.700 sambungan rumah di wilayah Entrop dan Hamadi sangat terbatas sekali dan hal inilah yang menyebabkan distribusi air ke wilayah Entrop dan Hamadi kami lakukan penggiliran langsung di sumber air Entrop,” jelasnya.

Sehingga kata Entis,  pelayanan air bersih untuk warga Kampung Buton, Skyline, Tanah Hitam, Abe Pantai, Tobati, Enggros tak dapat lagi memanfaatkan sumber air Borgonji, karena kondisi air yang kering dan tak mampu untuk mengisi air di bak beton Skyline.

Sementara untuk pelayanan air bersih kepada warga Perumnas I,II,III juga Abepura dan sekitarnya Entis mengakui jika terjadi penurunan jam distribusi air karena kondisi sumber air Kampwolker memurun drastis akibat  curah hujan yang saat ini masih kurang dan juga terjadinya kerusakan di area kawasan hutan Kampwolker, sehingga daya dukung pepohonan terhadap cadangan air semakin berkurang.

Oleh karena itu,  dalam menyikapi kondisi tersebut, upaya- upaya yang akan pihaknya lakukan adalah, khusus untuk masyarakat yang selama ini memperoleh distribusi air  dari sumber Borgonji pihaknya telah melakukan interkoneksi jalur pipa yang baru melalui jalur Kojabu.

“Kemudian intake Ajend telah kami lakukan rehabilitasi permanen sehingga mengurangi kebocoran air di area sumber air dan masyarakat yang terdampak dari penurunan debit air telah kami siapkan bantuan gratis melalui mobil tangki air sebanyak dua unit,”ujar Entis.

Dikatakan, jika saat ini PDAM Jayapura bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai Papua akan manfaatkan Danau Sentani sebagai sumber air baku  penyediaan air bersih di Kota Jayapura.

“Proyek tersebut telah dilaksanakan sejak 2018 dan dilanjutkan dengan pembangunan Instalasi Pengelolahan Air (IPA), Jaringan Pipa Transmisi, Distribusi dan Bak Air (Reservoir),” ucapnya

Bahkan kata Entis, pihaknya juga akan mengusahakan adanya penambahan kapasitas produksi air untuk warga Entrop, Hamadi dan Polimak.

“Saat ini telah disusun proposal untuk pembangunan sumber air baru dengan kapasitas 85-100 L/dt di Sungai Borgonji  2 dengan target 2021 sudah dapat dioperasionalkan dengan sumber dana Pemerintah Provinsi Papua, Pemkot Jayapura dan dana internal PDAM,” terangnya. 

Ditambahkannya, direncanakan untuk membangun embung di area dekat sumber air untuk menampung air hujan dan aliran permukaan (run off) sehingga diperoleh cadangan air yang dapat dimanfaatkan saat terjadi musim kemarau atau terjadi penurunan debit air.

“Jadi tahap pertama nanti akan dibuat di Entrop dan Kampwolker,” pungkasnya. (tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here