Ini yang Dilakukan Pemkab Puncak Jaya untuk Cegah Covid-19

0

MULIA, Reportasepapua.com – Untuk mencegah penyebaran dan penularan Virus Corona yang sudah menjadi Pandemik Global oleh WHO, Bupati Puncak Jaya mengadakan Rapat Lintas sektoral pencegahan dan penanganan wabah virus covid -19 yang dilaksanakan di Aula Sasana Kawonak Kantor Bupati Puncak Jaya. Kamis (19/3)

Hadir dalam rapat tersebut Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM, Wakapolres Puncak Jaya, Pasi Log Kodim 1714/PJ, Plh. Sekda Mulyadi, S.Sos, M.AP, M.KP, Pejabat Eselon II dan III, Instansi Vertikal, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda serta Stakeholder yang terkait.

Adapun sebelum rapat pencegahan covid-19, Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak Jaya sebelumnya telah melakukan screening suhu badan kepada masyarakat khususnya di tempat keramaian dan transportasi. Jelas dari Laporan dan pemaparan Dinas Kesehatan selaku Ketua Pencegahan Covid-19 di Puncak Jaya oleh Hadi Nugroho S.Kep,Ns., M.Kes. “Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona kami telah mengupayakan alat yang ada yaitu dengan Screenning di bandara” ungkapnya.

Dalam materi yang telah di sampaikan dr. Muhammad Nasir Ruki, S.Si, M.Kes.Apt. SpG Telah dijelaskan apa sebenarnya COVID-19 itu. “Jenis virus ini menyebabkan berbagai macam penyakit seperti pilek, batuk, dan flu. Virus ini awalnya bersarang pada hewan kemudian hewan ke manusia” ucap dr Nasir.

Dalam materinya, Coronavirus merupakan virus yang baru. Pada tanggal 31 Desember 2019 kasus pertama di temukan di Cina provinsi Wuhan. Kemudian menyebar di beberapa negara. Indonesia sendiri berada pada urutan ke 4, jumlah kasus di AS mencapai 1281 kasus hanya dalam 17 hari. Tercatat sampai tanggal 14 maret di Indonesia Jumlah pasien terjangkit virus corona mencapai 96 kasus.

“Hari 1-3 gejala mirip dengan masuk angin, sakit tenggorokan ringan, sedikit sakit. Tidak demam, tidak lelah masih bisa makan dan minum secara normal. Puncak berada pada hari ke 9 gejala tidak berubah tetapi bertambah buruk, demam berantakan, batuk tidak mereda. perbedaan antara Influenza dan Covid sendiri yakni Covid memiliki gejala sakit kepala, demam, batuk, diare, dan sesak nafas sedangkan influenza memiliki gejala sakit kepala, demam, pilek, batuk, muntah – muntah, diare, sesak nafas , dan tenggorokan terasa nyeri” tambah dr Nasir.

“Dari penyebarannya, virus ini sangat mematikan dan berpotensi menyebar kepada siapa saja. perlu adanya kesadaran pada diri sendiri, melindungi komunitas/masyarakat kita, melindungi mereka yang kita cintai. Cuci tangan menggunakan sabun, gunakan masker jika dalam tidak enak badan, menghindari kontak langsung dengan orang yang baru pulang dari wilayah yang terserang wabah virus corona, hindari mengusap daerah wajah dengan telapak tangan.” Jelas dr. Nasir.

“Penanganan sebelum dinyatakan positif SWAB tenggorokan (PCR) monitoring dan terapi pasien infeksi sars.CoV.2. Adapun beberapa cara untuk meningkatkan sistem imun tubuh yaitu dengan Menerapkan pola hidup sehat, istirahat yang cukup, perbanyak makan sayur dan buah (Daun kelor, pisang, jeruk dan kacang-kacangan) kemudian rutin berolahraga, hindari stress, hindari rokok dan alkohol. Kriteria kasus dalam pengawasan, isolasi rumah sakit, isolasi rumah, notifikasi ke Dirjan P2P CQ.PHEOC” Tambahnya.

Menjadi catatan penting, jika covid-19 positif masuk di Papua tidak menutup kemungkinan akan mengisolasi daerah untuk itu guna mengantisipasi terjadinya penyebaran virus yang mematikan tersebut Dinas kesehatan juga akan memasang alat pendeteksi suhu badan guna mendeteksi setiap orang yang masuk ke Puncak Jaya setelah melakukan perjalanan ke luar kota.

Wakaplres puncak jaya Kompol. Mulia Wicaksono mengatakan belum ada perintah resmi dari Kapolri untuk merumahkan jajarannya sehingga sementara waktu masih bertugas seperti biasa.

Pasi Log Kodim 1714/PJ menyatakan siap membantu dan mendukung tugas tugas satgas nantinya. Saat ini kami masih menunggu Dandim dan Kapolres yang mengikuti Rapimnas di Jakarta.

Sementara itu dalam arahan Bupati puncak jaya Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM mengatakan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi terkait langkah-langkah pencegahan covid-19 diserahkan sepenuhnya kepada Kepala Daerah “penyakit ini sangat mengerikan, sesuai dengan arahan presiden Jokowi semua di berikan tanggung jawab penuh agar segera melakukan langkah-langkah antisipasi pencegahan dan penanganan virus corona ini, karena sampai saat ini belum ada obat sama sekali untuk virus corona. Penyakit ini tidak mengenal jabatan, pangkat, kaya, ataupun miskin. Saat ini Gubernur juga telah melakukan upaya pencegahan. Selaku Kepala Daerah saya mengucapkan terimakasih, atas langkah-langkah yang telah dilakukan mulai dari pasang tenda darurat harus lebih ditingkatkan . Baik tenaga medis maupun aparat. Dan kepada siswa akan di rumahkan mulai tanggal 23 maret sampai dengan 4 april” ungkapnya.

Bupati Puncak Jaya juga menegaskan bahwa demi mencegah penyebaran wabah tersebut ditegaskan mulai hari senin aktivitas proses belajar mengajar, Kegiatan Perkantoran Pemda dan Transportasi keluar masuk kota mulia baik via udara dan darat ditutup sementara waktu sampai dengan tanggal 4 april 2020 “mulai hari senin sampai 2 minggu kedepan bandara akan ditutup, kemudian Tim yang telah terbentuk kita harus melakukan penyemprotan di lingkungan RS dan di beberapa lingkungan lainnya. Lalu ibadah pada hari Jumat di mesjid dan ibadah hari minggu di gereja ditiadakan. Diharapkan melakukan ibadah dirumah. Kita telah melakukan keputusan bahwa kita beribadah di rumah . Dan Khusus untuk ASN mulai hari senin diistirahatkan juga kepada anggota DPRD berlaku sama. Mulai hari senin libur sampai waktu yang di tentukan. Dan kepada tenaga medis kewaspadaan harus tetap di jaga. Yang terakhir kita akan mengeluarkan surat edaran untuk seluruh masyarakat puncak jaya”.

Bupati juga menghimbau kepada seluruh masyarakat bahwa sebelum lockdown dimulai agar tidak masyarakat memahami betul maksud dan tujuan karantina ini “Kami sebenarnya tidak melockdown, ini hanya sebagai karantina agar masyarakat dari luar untuk tidak sementara waktu masuk ke mulia dan juga dihimbau kepada masyarakat di puncak jaya agar tidak panik terkait keputusan ini dan menahan diri untuk tidak melakukan penimbunan sembako, masker, desinfektan serta dapat menjelaskan kepada keluarga tentang apa itu pencegahan covid-19”.

Terkait keputusan yang diambil Bupati Puncak Jaya dikhawatirkan akan berefek kepada peredaran dan ketersediaan bahan pangan serta ekonomi masyarakat “Saya masih ada disini, nanti akan kita atur mekanisme supply dan portal keluar masuk logistik, terbatas hanya untuk mengangkut bahan pangan dan logistik saja” tutup Bupati.

Sebelum menutup arahannya, Bupati berpesan kepada masyarakatnya untuk tidak melakukan aktivitas yang mengumpulkan massa “Kepada seluruh Kepala Kampung dan Distrik untuk sementara tidak melakukan acara duka yang menarik banyak orang atau massa. Selain itu saya minta Kumbi atau salam untuk sementara ditiadakan dan kepada masyarakat untuk kembali ke kampung dan berkebun” tutup Bupati.

Kasie perhubungan udara Sem Palayukan mengatakan bahwa dengan adanya keputusan ini selanjutnya bekerjasama dengan UPBU bandara mulia, UPTB Samsat dan akan membuat Notem dan bersurat kepada Kepala Bandara yang memiliki akses ke mulia “Saya bersama UPBU bandara mulia dan paskas akan menghubungi otoritas bandara lainnya tentang lockdown dan agen penerbangan lainnya sehingga dapat membuat reschedule penerbangan dan untuk agen lajuran kami sudah mempunyai data dan akan menghubungi mereka terkait keputusan lockdown” ungkap Sem.

Selain itu dalam konteks pendidikan terkait pencegahan covid-19, Sekretaris Dinas P&K Manggaprou menjelaskan bahwa hari sabtu adalah hari terakhir SMK UAS sementara ujian Nasional untuk SMA direncanakan tanggal 30 maret 2020 namun ada perubahan dari Provinsi “Kalau ditunda kadang kami kesulitan untuk mengumpulkan siswa siswi kalau sudah libur lama untuk itu kami harus memberitahu lebih awal terkait penundaan tersebut” ungkap Manggaprou.

Sekedar diketahui bahwa saat ini sudah ada Tiga posko screening cegah tangkal Corona. Yang pertama di bandar Udara Mulia, Kampung Wandenggobak yang merupakan akses masuk ke kota mulia serta di Distrik Ilu yang merupakan Akses masuknya Lajuran dari Wamena. (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here